Sleman, VoiceJogja.com – PT BPRS Sleman (Perseroda) atau Bank Sleman Syariah resmi memasuki tiga tahun masa operasional pada 11 Januari 2026. Mengusung tema Tumbuh Semakin Tangguh dan Sembada, bank daerah berbasis syariah ini mencatatkan tren pertumbuhan bisnis yang konsisten sekaligus mempertegas komitmennya dalam memperluas layanan keuangan syariah di Kabupaten Sleman.
Direktur Utama Bank Sleman Syariah, Sehat Santosa, menyampaikan optimisme menghadapi tahun 2026. Menurutnya, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman dan DPRD, termasuk melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Sleman, menjadi fondasi penting bagi penguatan kelembagaan dan pengembangan bisnis.
Hingga akhir 2025, kinerja keuangan Bank Sleman Syariah menunjukkan capaian positif. Total aset tercatat sebesar Rp76,9 miliar atau tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp63,6 miliar. Penghimpunan dana pihak ketiga melonjak 50,7 persen menjadi Rp42,8 miliar, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp51,9 miliar atau meningkat 14,8 persen.
Sehat Santosa menegaskan, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah. Ia menekankan bahwa Bank Sleman Syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan serta kebermanfaatan sosial.
Momentum milad ketiga, lanjutnya, menjadi titik penting untuk memperkuat peran bank dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM di Sleman.
Dalam rangka memperingati hari jadi, Bank Sleman Syariah menggelar beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat dan internal perusahaan. Kegiatan tersebut meliputi lomba Reels Instagram, sayembara desain logo baru, donor darah, cek kesehatan gratis, sedekah sembako, santunan anak yatim piatu, pengajian tasyakuran, hingga senam massal berhadiah.
Tak berhenti pada perayaan, Bank Sleman Syariah juga mematangkan strategi bisnis tahun 2026. Sejumlah produk unggulan akan diperkuat, mulai dari pembiayaan kepemilikan emas, pembiayaan umrah dan haji plus, hingga pembiayaan ASN dengan skema potong gaji.
Selain itu, kolaborasi dengan PT Edukasi Wakaf Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sleman akan terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan penghimpunan dana wakaf yang diarahkan bagi pembiayaan UMKM.
Saat ini, Bank Sleman Syariah juga telah ditunjuk oleh Kementerian Agama RI sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU). Bank ini juga tercatat sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS Sleman, sehingga memudahkan masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan perbankan syariah yang aman dan profesional.
sumber: Slemankab.go.id













