Kulon Progo, Voicejogja.com – Suasana Balai Kalurahan Hargomulyo terasa khidmat saat sumpah jabatan diucapkan. Di hadapan warga dan tokoh setempat, amanah kepemimpinan desa kembali diserahkan—membawa harapan baru bagi arah pembangunan kalurahan.
Di wilayah seperti Hargomulyo, posisi lurah bukan sekadar jabatan administratif. Ia menjadi wajah pelayanan publik sekaligus penggerak utama potensi lokal yang langsung dirasakan masyarakat.
Burhani Arwin resmi dilantik sebagai Lurah Pergantian Antarwaktu Kalurahan Hargomulyo untuk masa jabatan 2026–2029. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, sebagai tindak lanjut hasil pemilihan lurah antarwaktu sebelumnya.
Amanah di Garda Terdepan Pelayanan
Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa lurah memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan publik. Kedekatan dengan warga menjadi kunci dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan berintegritas.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari amanah besar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kejujuran, transparansi, serta komitmen untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugas.
Dorongan Inovasi dari Potensi Lokal
Selain tata kelola pemerintahan, perhatian juga diarahkan pada pengembangan potensi lokal. Sektor pertanian, pariwisata, hingga UMKM dinilai memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan di tingkat kalurahan.
Bagi Kulon Progo, kemandirian desa menjadi fondasi pembangunan daerah. Inovasi dari tingkat lokal dipandang sebagai kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga ke kalurahan.
Langkah Awal dan Tantangan Nyata
Burhani Arwin menyampaikan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal setelah dilantik. Dengan masa jabatan yang tersisa sekitar tiga tahun, ia menilai efisiensi dan ketepatan program menjadi hal utama.
“Langkah awal tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Kalurahan dan Bamuskal,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peninjauan ulang RPJM Kalurahan agar program yang dijalankan tetap relevan dengan kondisi saat ini.
Menjaga Layanan di Tengah Keterbatasan
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah dinamika anggaran desa yang mengalami penyesuaian. Kondisi ini menuntut pemerintah kalurahan untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas.
“Kami harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat, di mana dana desa mengalami pengurangan yang cukup signifikan,” jelas Burhani.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Panewu Kokap, serta jajaran Forkopimkap dan tokoh masyarakat setempat.
Di tengah perubahan dan keterbatasan, langkah baru di Hargomulyo menjadi bagian dari upaya lebih besar menjaga keberlanjutan pembangunan Jogja dari level paling dekat dengan warga.(Oi)













