Scroll untuk baca artikel
BeritaNasionalOlahragaPendidikanPeristiwa

Kompetisi Roket Air 2026 Labiaba Indonesia, Pelajar Jakarta hingga Bandung Barat Dominasi 6 Besar

×

Kompetisi Roket Air 2026 Labiaba Indonesia, Pelajar Jakarta hingga Bandung Barat Dominasi 6 Besar

Sebarkan artikel ini
Enam terbaik peserta Kompetisi Roket Air 2026 Labiaba Indonesia foto bersama.

JAKARTA, voicejogja.com – Kompetisi Roket Air 2026 yang diselenggarakan Labiaba Indonesia berlangsung sukses di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026). Ajang sains berbasis praktik ini diikuti 86 pelajar dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.

Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Kompetisi Roket Air Nasional & Internasional 2026, sekaligus menjadi wadah bagi pelajar untuk mengaplikasikan ilmu STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) secara langsung melalui perancangan dan peluncuran roket air.

Tidak sekadar lomba, peserta ditantang merancang roket, menghitung tekanan udara, menentukan sudut peluncuran, hingga menguji stabilitas roket secara langsung di lapangan. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat akurasi, yakni jarak antara titik jatuh roket dengan target yang telah ditentukan. Semakin dekat jaraknya, semakin tinggi skor yang diperoleh.

Ketua penyelenggara dari Labiaba Indonesia, Sri Siskawati, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen Labiaba Indonesia dalam membangun generasi unggul di bidang sains dan kedirgantaraan.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga tentang membangun kemampuan berpikir kritis, inovasi, serta pengalaman praktik nyata bagi pelajar Indonesia,” ujarnya.

Dari hasil penilaian, enam peserta terbaik berhasil menunjukkan performa unggul dengan tingkat akurasi tinggi.

Juara pertama diraih Faiz Gilang Samiadji dari SMAN 44 Jakarta dengan skor terbaik 0,74 meter. Posisi kedua ditempati Sarah Syahira Arrayan dari SMPN 245 Jakarta Selatan dengan skor 0,82 meter.

Ratusan pelajar mengikuti Kompetisi Roket Air 2026 yang diselenggarakan Labiaba Indonesia di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026).

Sementara itu, Azka Lathazan Kurnianto dari MTsN 44 Jakarta menempati posisi ketiga dengan skor 1,10 meter.

Adapun posisi juara keempat diraih Muhammad Faris Riyadhy dari SMAS Darul Hikam Internasional Kabupaten Bandung Barat dengan skor 1,87 meter.

Juara kelima diraih Syahdan Raja Khatibbi dari SMP Jakarta Islamic Boarding School Bogor dengan skor 2,28 meter. Sedangkan juara keenam diraih Alya Asmiati dari SMPN 37 Jakarta Selatan dengan skor 2,40 meter.

Sebanyak 25 peserta terbaik dari tingkat regional ini selanjutnya akan melaju ke kompetisi tingkat nasional. Pada tahap nasional, tiga peserta terbaik akan mendapatkan fasilitas penuh untuk mengikuti kompetisi internasional, sementara 25 peserta terbaik nasional akan menjadi delegasi resmi Indonesia.

Kompetisi internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Universiti Sains Islam Malaysia.

Labiaba Indonesia juga mencatat bahwa kompetisi ini telah mendapatkan kurasi dari BPTI Puspresnas serta dapat mendukung jalur prestasi bagi siswa dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui SNBP.

Selain trofi, medali, dan piagam, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan serta kesempatan mengikuti kompetisi tingkat lanjutan.

Kompetisi Roket Air 2026 menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang sains dan teknologi. Melalui sistem kompetisi bertingkat dari regional hingga internasional, ajang ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

“Bangun prestasi hari ini, terbangkan mimpi setinggi roket,” tutup Sri Siskawati. (ABR/Tyo)

Editor : Mukhlisin Mustofa/Red