Kulon Progo, Voicejogja.com – Di tengah harapan banyak keluarga akan masa depan anak-anaknya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo membawa kabar yang dinanti. Sebuah ruang belajar yang disiapkan untuk memastikan tak ada lagi anak Jogja yang tertinggal dari pendidikan.
Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di DIY, sekaligus simbol upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih merata.
Baca Juga : Kafilah MTQ Kulon Progo
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah. Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan kesiapan operasional.
Dari hasil peninjauan, pembangunan dinilai berjalan sesuai rencana dan menunjukkan perkembangan yang positif.
“Kami melihat secara langsung progresnya sangat bagus dan sesuai harapan. Targetnya, bulan Juli nanti sudah bisa beroperasi untuk kegiatan sekolah,” ujar Ambar.
Menjawab Kebutuhan Akses Pendidikan
Sekolah Rakyat ini dirancang menampung hingga 1.080 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kapasitas ini menjadi salah satu yang terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi Kulon Progo, kehadiran sekolah ini bukan sekadar tambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi sosial yang lebih luas.
“Harapan dari berdirinya sekolah ini adalah memastikan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Ini adalah salah satu upaya kita memotong mata rantai kemiskinan,” lanjutnya.
Progres Pembangunan dan Percepatan
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kulon Progo mencatat progres pembangunan telah mencapai 45 persen. Capaian ini dinilai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Strategi percepatan juga dilakukan dengan menambah personel dan mengerjakan berbagai fasilitas secara bersamaan, mulai dari ruang belajar hingga sarana penunjang.
“Diharapkan bulan Juni secara fisik sudah siap sehingga Juli bisa beroperasi. Sejauh ini tidak ada kendala,” jelas perwakilan dinas, Wahyu W. Senoaji.
Keselamatan dan Kualitas Jadi Prioritas
Di balik percepatan pembangunan, aspek keselamatan tetap dijaga. Tim K3 konstruksi memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keamanan kerja.
“Progres 45 persen ini dicapai dengan aman. Seluruh pekerja telah melaksanakan SOP K3 Konstruksi dengan baik,” kata Sutikno dari tim HSE.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Lendah menjadi penanda bahwa pendidikan di Kulon Progo terus bergerak ke arah yang lebih inklusif, memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan tanpa terhalang keadaan. (Oi)













