Kulon Progo, Voicejogja.com – Lapangan Upacara di SMPN 4 Sentolo terasa lebih hidup ketika pesan tentang kebangsaan disampaikan langsung oleh para pemangku kebijakan dan aparat keamanan.
Di tengah derasnya arus digital, siswa diingatkan bahwa gawai bisa menjadi jendela ilmu sekaligus celah masuknya pengaruh yang perlu diwaspadai.
Kesbangpol Goes to School di Kulon Progo hadir sebagai ruang pembelajaran yang dekat dengan keseharian pelajar, membicarakan masa depan mereka sebagai generasi yang tumbuh di tengah tantangan informasi dan pergaulan yang semakin kompleks.

Kolaborasi Lintas Sektor di Ruang Pendidikan
Program ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di SMP Negeri 4 Sentolo. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pimpinan daerah, kepolisian, hingga Densus 88 Anti Teror Polri dalam satu forum pembinaan.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, serta Kasatgaswil DIY Densus 88 AKBP Johanes Budi Moses Harahap hadir memberikan pembinaan langsung kepada para siswa.
Di Lapangan yang sederhana, pesan yang disampaikan menjadi penting: memilih lingkungan pergaulan yang sehat, memahami nilai Pancasila, dan menjaga arah hidup sejak usia sekolah.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kulon Progo Siap Beroperasi Juli
Wawasan Kebangsaan di Tengah Dunia Digital
Kepala Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menyapa langsung pelajar di tingkat SMP dan SMA sederajat.
“Melalui program ini, Kami dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan mengajak berbagai lintas sektor yang terkait, mengajak para pimpinan untuk menyapa sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kulon Progo,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan teknologi yang memiliki dua sisi. Media sosial, gim daring, hingga ruang digital lain disebut dapat menjadi pintu masuk pengaruh negatif jika tidak disikapi dengan bijak.

Peran Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan bahwa pendidikan perilaku harus dimulai sejak dini. Siswa diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam berbagai bentuk kejahatan jalanan maupun kriminalitas.
“Tujuannya jelas, yakni mencegah anak-anak kita terlibat dalam kejahatan jalanan maupun bentuk tindak kriminalitas lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Tembus 10 Besar Riset Nasional Versi SIR
Lapangan Upacara yang Menjadi Penguat Nilai Kebangsaan
Kepala SMPN 4 Sentolo, Rini Siswanti, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program ini di lingkungan sekolah. Kehadiran para narasumber dinilai memberi dorongan moral bagi siswa dan tenaga pendidik.

Program seperti ini memperlihatkan bagaimana pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan pengalaman dan pesan kebangsaan dari berbagai pihak.
Di tengah perubahan zaman, penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga arah tumbuhnya generasi muda Kulon Progo dan Jogja secara lebih luas. (Oi)
Sumber: Kominfo Kulon Progo













