Kulonprogo, VoiceJogja.com – Pemerintah pusat resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Proyek ini menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dijadwalkan berlangsung selama 220 hari kalender, dimulai pada 22 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada 19 Juli 2026. Proyek strategis ini melibatkan sekitar 420 tenaga kerja ahli dan dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sekolah Rakyat Kulon Progo mengusung konsep boarding school dengan kurikulum unggulan yang memadukan Standar Nasional Pendidikan dengan penguatan karakter, kepemimpinan, serta nilai-nilai nasionalisme. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang kelas, asrama putra dan putri, kantin, tempat ibadah, hingga lapangan olahraga.
Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap program strategis pemerintah pusat di bidang pendidikan.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat bukan hanya untuk masyarakat Kulon Progo, melainkan terbuka bagi seluruh warga DIY yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Ambar juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga Gulurejo. Ia berharap komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan dapat menjaga kelancaran pembangunan hingga selesai.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan, menjelaskan bahwa DIY menjadi salah satu dari 104 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Indonesia. Seluruh bangunan di kompleks seluas 7,1 hektare tersebut akan dibangun dalam satu fase agar dapat beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.
Ia menyebutkan, sebanyak 26 massa bangunan akan didirikan dengan spesifikasi seragam sesuai standar nasional. Sekolah ini juga akan menjadi pusat pendidikan terpadu bagi siswa rintisan Tahap I dari Sonosewu dan Purwomartani yang nantinya dipindahkan ke Kulon Progo.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo, Ernawati Sukeksi, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal proses administrasi dan penyiapan calon peserta didik dari keluarga miskin desil satu dan dua.
Menurut Ernawati, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat miskin secara signifikan, sehingga membuka peluang peningkatan taraf sosial dan ekonomi keluarga di masa depan.
Dukungan juga datang dari warga setempat. Tri Yuni, perwakilan masyarakat Gulurejo, menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat karena dinilai mampu menghadirkan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi titik balik perubahan nasib masyarakat dan melahirkan generasi yang lebih mandiri serta berdaya saing.
sumber: Kulonprogokab.go.id











