Scroll untuk baca artikel
DaerahFavorite

Pemkot Yogyakarta Bedah Rumah Rusak Berat di Suryowijayan

×

Pemkot Yogyakarta Bedah Rumah Rusak Berat di Suryowijayan

Sebarkan artikel ini

Hunian layak, harapan baru warga Mantrijeron

Pemkot Yogyakarta bedah rumah rusak berat di Suryowijayan untuk wujudkan hunian layak dan meningkatkan kualitas hidup warga. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di sudut Kampung Suryowijayan, Gedongkiwo, suara palu dan aktivitas perbaikan rumah mulai menjadi pemandangan yang memberi harapan baru bagi warga sekitar. Dua rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi rusak berat kini memasuki tahap perbaikan melalui program bedah rumah Pemkot Yogyakarta.

Di tengah keterbatasan ruang hidup perkotaan, upaya ini menjadi penanda bahwa akses hunian layak masih menjadi perhatian yang terus dijaga di Kota Yogyakarta.

Bagi keluarga penerima manfaat, perubahan ini bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga soal rasa aman saat musim hujan datang dan ketenangan dalam menjalani aktivitas harian. Kehadiran program ini juga memberi sinyal kuat bahwa isu rumah tidak layak huni masih menjadi bagian penting dari wajah sosial Kota Yogyakarta yang terus berbenah.

Baca Juga: Kulon Progo Genjot Perbaikan Jalan

Komitmen Hunian Layak di Tengah Kota

Program bedah rumah ini menyasar dua warga di Kampung Suryowijayan, masing-masing milik Joko Tri Setyanto dan Kasih, yang rumahnya dinilai sudah tidak layak huni. Kondisi tersebut mendorong percepatan penanganan agar warga dapat kembali tinggal di tempat yang aman dan nyaman.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup warga kota. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang aman dan layak.

“Program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan warga Kota Yogyakarta bisa tinggal di rumah yang aman dan layak huni,” ujarnya.

Kolaborasi Sosial dan Dukungan Lintas Pihak

Pelaksanaan bedah rumah di Suryowijayan tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh kolaborasi berbagai pihak. Dukungan utama datang dari Bank BPD DIY yang memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk masing-masing rumah, disertai partisipasi perangkat daerah, pemerintah wilayah, hingga sumbangan infaq masyarakat di tingkat kemantren dan kelurahan.

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa isu hunian layak tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan sosial di tingkat warga. Sinergi ini memperkuat posisi Kota Yogyakarta dalam membangun solidaritas sosial yang lebih inklusif.

Target Perluasan Program Hingga Ratusan Rumah

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan program bedah rumah ini dapat menjangkau hingga 200 rumah warga pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan angka rumah tidak layak huni di wilayah perkotaan.

Proses renovasi dua rumah di Suryowijayan sendiri ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu, sehingga penerima manfaat dapat segera kembali menempati rumah yang lebih layak. Kecepatan penanganan ini menjadi bagian dari pendekatan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Baca Juga: Kompetisi Roket Air 2026 Yogyakarta

Suara Warga dan Makna Perubahan

Kasih, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Kondisi rumah yang sebelumnya kerap bocor saat hujan membuatnya harus hidup dalam keterbatasan kenyamanan. Perbaikan yang sedang berjalan menjadi titik balik bagi keluarganya untuk kembali merasa aman di rumah sendiri.

“Rumah saya sebelumnya bocor dan tidak nyaman ditempati. Dengan adanya program ini, saya dan keluarga bisa tinggal lebih layak dan aman,” ungkapnya.

Di tengah proses perbaikan tersebut, Suryowijayan menjadi potret kecil dari upaya besar Kota Yogyakarta dalam menjaga kualitas hidup warganya. Hunian yang lebih layak tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman, martabat, dan harapan warga ke depan. (Oi)