Yogyakarta, Voicejogja.com – Di Bangsal Kepatihan, suasana terasa khidmat sekaligus hangat saat peringatan Hari Kartini tingkat DIY digelar. Di ruang yang sarat sejarah itu, perempuan tidak hanya dikenang, tetapi ditegaskan perannya dalam membentuk masa depan Jogja.
Momentum Hari Kartini di Yogyakarta tahun ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari keluarga, ruang belajar, hingga dunia kerja, perempuan hadir sebagai penggerak yang perlahan namun pasti mengubah wajah masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, dalam puncak peringatan yang berlangsung di Kompleks Kepatihan, Selasa (21/4/2026).
Kartini Masa Kini dan Arah Indonesia Emas
Mengusung tema “Kartini Masa Kini Berdaya dan Berkarya untuk Indonesia Emas 2045”, peringatan ini menegaskan bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti pada sejarah, tetapi terus bergerak dalam realitas hari ini.
Acara dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga tokoh masyarakat dari seluruh DIY. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang sejauh mana perempuan telah diberi ruang untuk tumbuh.
Wawan menilai, Hari Kartini seharusnya dimaknai sebagai penghargaan terhadap peran perempuan, termasuk yang paling dekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi saya, Hari Kartini juga menjadi momen untuk mengapresiasi peran perempuan terdekat dalam hidup, termasuk istri saya yang setiap hari menjadi sumber kekuatan, dukungan, dan inspirasi,” ujarnya.
Dari Inspirasi ke Peran Nyata
Ia menekankan bahwa semangat R.A. Kartini tetap relevan di tengah perubahan zaman. Nilai keberanian untuk belajar, bermimpi, dan berkontribusi menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Momentum ini bukan hanya untuk mengenang sosok Kartini, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melanjutkan semangat perjuangannya,” jelasnya.
Di Yogyakarta, peran perempuan dinilai semakin terlihat nyata. Tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi, sosial, hingga pemerintahan.
“Saya melihat hari ini perempuan-perempuan di Kota Yogyakarta luar biasa. Mereka hadir di berbagai bidang, berkarya, menginspirasi, dan mengambil peran penting dalam pembangunan,” ungkap Wawan.
Ruang Setara untuk Tumbuh Bersama
Dorongan untuk membuka ruang setara bagi perempuan menjadi pesan penting dalam peringatan ini. Kesempatan yang adil dinilai menjadi kunci agar perempuan dapat berkembang secara optimal.
“Mari kita terus membuka ruang yang setara, saling mendukung, dan memastikan setiap perempuan punya kesempatan untuk tumbuh dan berdaya,” imbuhnya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, turut menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai langkah nyata, bukan sekadar refleksi simbolik.
Menurutnya, perjuangan kesetaraan gender masih berjalan dan membutuhkan komitmen bersama agar perempuan memiliki ruang yang lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.
“Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi dan langkah nyata untuk terus memberi ruang bagi kaum perempuan agar dapat berkembang dan berkontribusi secara maksimal,” tegasnya.
Jogja dan Masa Depan Perempuan
Puncak peringatan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penampilan seni budaya, penghargaan bagi perempuan inspiratif, hingga dialog interaktif tentang isu pemberdayaan perempuan di era modern.
Dari ruang budaya hingga forum diskusi, Jogja menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar wacana, melainkan gerak bersama yang terus dirawat.
Di tengah perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, arah Jogja tampak jelas: memastikan setiap perempuan punya ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengambil bagian dalam masa depan.(Oi)
Sumber: warta.jogjakota.go.id













