Jakarta, Voicejogja.com – Di balik sebatang cokelat yang sampai ke meja makan Eropa, ada kerja panjang dari petani hingga industri dalam negeri. Ekspor kakao Indonesia ke Prancis menjadi penanda bahwa rantai nilai ini mulai bergerak lebih kuat.
Bagi daerah seperti Yogyakarta yang memiliki ekosistem pertanian dan UMKM, arah hilirisasi kakao menjadi peluang nyata untuk memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat lokal.
Ekspor Perdana ke Pasar Eropa
Produk olahan kakao dan cokelat Indonesia resmi menembus pasar Prancis melalui ekspor perdana yang dilakukan PT Adore Rempah Indonesia pada pertengahan April.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut langkah ini sebagai strategi memperluas akses pasar sekaligus menunjukkan daya saing industri pengolahan dalam negeri.
“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Swasembada Pangan Indonesia Menguat
Hilirisasi Jadi Kunci Daya Saing
Penguatan hilirisasi industri kakao menjadi fokus utama dalam meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Produk seperti cocoa butter dan white chocolate yang diekspor menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada bahan mentah.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menegaskan bahwa ekspor ini mencerminkan kemampuan industri nasional dalam memenuhi standar global.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kebijakan untuk mendorong produk bernilai tambah agar mampu bersaing di pasar internasional.
Dampak Hingga Petani
Hilirisasi tidak berhenti di industri, tetapi juga memberi efek langsung ke sektor hulu. Petani kakao menjadi bagian penting dalam rantai pasok yang terus diperkuat.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria menyebut keterpaduan hulu dan hilir akan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan,” ujarnya.
Peluang bagi Ekonomi Lokal
Perjalanan PT Adore Rempah Indonesia yang memperluas bisnis dari vanili ke kakao menunjukkan pertumbuhan industri agro yang konsisten. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini mencatat peningkatan skala usaha yang signifikan.
Langkah ini memberi sinyal bahwa produk lokal dengan kualitas terjaga memiliki peluang besar di pasar global, termasuk untuk pelaku usaha di daerah.
Bagi Yogyakarta, penguatan hilirisasi kakao menjadi peluang untuk mengembangkan produk olahan berbasis lokal yang mampu menembus pasar ekspor.
Baca Juga: Selat Hormuz dibuka, Pasokan Energy Indonesia Terjaga
Menjaga Nilai dari Hulu ke Hilir
Dengan mengusung konsep keterhubungan antara petani dan pasar global, ekspor ini memperlihatkan arah baru industri pangan Indonesia.
Ketika nilai tambah dikelola di dalam negeri, manfaatnya tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga masyarakat di tingkat paling dasar.
Bagi Jogja dan daerah lain, penguatan hilirisasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi sekaligus membuka jalan ke pasar dunia. (Oi)













