Kulon Progo, Voicejogja.com – Ruas jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga Kulon Progo perlahan mulai diperbaiki. Bagi banyak keluarga dan pelaku usaha kecil, kondisi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut kelancaran aktivitas harian yang selama ini terganggu.
Di tengah mobilitas warga yang bergantung pada akses jalan antarwilayah, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mempercepat perbaikan jalan di sejumlah titik. Langkah ini diharapkan memberi dampak langsung pada keselamatan berkendara, distribusi ekonomi, hingga konektivitas antar kapanewon.
Peninjauan Lapangan dan Arah Percepatan
Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, turun langsung meninjau progres pemeliharaan jalan di sejumlah titik pada Kamis (16/4/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pemerataan perbaikan infrastruktur di wilayah kabupaten.
“Saya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan alokasi anggaran dan perbaikan dilakukan secara merata di 12 kapanewon. Ini murni untuk kepentingan masyarakat. Mari kita bareng-bareng, Guyub Rukun, Dadi Siji, Bangun Kulon Progo,” tegasnya.
Perbaikan ini sekaligus merespons kondisi sejumlah ruas jalan yang belum tertangani dalam rentang waktu 5 hingga 15 tahun.
Titik Jalan Prioritas dan Dampak Mobilitas Warga
Sejumlah ruas jalan menjadi prioritas pemeliharaan, di antaranya Palang KA Barat–Beji (Jalan Tentara Pelajar), Dalangan–Siluwok, Garongan–Bojong, Depok–Bojong, Prembulan–Boro, hingga Dengok–Giripurwo yang juga mencakup jembatan.
Bagi warga, kondisi jalan yang sebelumnya rusak berdampak langsung pada waktu tempuh, biaya transportasi, hingga risiko keselamatan. Perbaikan ini menjadi harapan baru bagi kelancaran aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM yang bergantung pada akses distribusi.
Fokus Keselamatan dan Standar Pekerjaan
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menekankan pentingnya aspek keselamatan jalan dalam setiap proses perbaikan. Kondisi jalan berlubang selama ini kerap menjadi faktor pemicu kecelakaan di berbagai titik.
“Harapan Kita, dengan percepatan perbaikan ini masyarakat bisa berkendara dengan lebih aman, tertib, dan terhindar dari risiko kecelakaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPUPKP Kulon Progo, Didik Wijanarko, memastikan pengawasan ketat dilakukan agar kualitas pekerjaan sesuai standar dan memiliki daya tahan jangka panjang.
“Kehadiran pimpinan daerah langsung ke lapangan adalah untuk memastikan kualitas pekerjaan. Kami juga memohon masyarakat ikut serta mengawasi proses ini agar hasilnya benar-benar awet dan bermanfaat bagi mobilitas warga,” jelasnya.
Suara Warga dan Harapan Pemerataan
Respons positif datang dari warga Gupit, Karangsewu, Galur. Nur Sumarudin menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi jalan yang kini lebih baik dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang sudah baik, masyarakat sangat senang. Dulu jalannya rusak parah, mobil baru pun tidak bisa lewat. Sekarang sudah lancar. Semoga jalan-jalan lain hingga pelosok juga segera diperbaiki,” ungkapnya.
Cerita warga ini menggambarkan bagaimana infrastruktur jalan bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga tentang akses kehidupan sehari-hari yang lebih layak.
Menata Konektivitas Kulon Progo ke Depan
Percepatan perbaikan jalan di Kulon Progo menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah. Di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, kualitas infrastruktur menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan.
Bagi Kulon Progo, jalan yang baik bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan warga menuju kehidupan yang lebih aman dan efisien. (Oi)













