Scroll untuk baca artikel
Daerah

BNNP DIY dan Kulon Progo Perkuat Koordinasi Perangi Narkoba

×

BNNP DIY dan Kulon Progo Perkuat Koordinasi Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini

Kulon Progo di garis depan pengawasan di tengah meningkatnya mobilitas YIA

BNNP DIY dan Kulon Progo perkuat koordinasi pemberantasan narkoba di tengah meningkatnya risiko dari mobilitas Bandara YIA. foto: Dok Kominfo Kulon Progo

Kulon Progo, Voicejogja.com – Arus mobilitas yang kian terbuka di Kulon Progo membawa dua sisi yang berjalan beriringan: peluang ekonomi dan risiko sosial yang ikut mengintai.

Di tengah dinamika itu, penguatan koordinasi antara BNNP DIY dan Pemkab Kulon Progo menjadi langkah yang disorot untuk menjaga ruang tumbuh generasi muda tetap aman.

Wilayah yang kini menjadi pintu utama Yogyakarta melalui bandara internasional dipandang membutuhkan kewaspadaan lebih, terutama terhadap peredaran gelap narkotika yang menyasar usia produktif dan pelajar.

Baca Juga: Kasbangpol Goes To School, Kulon Progo Perkuat Wawasan Kebangsaan

Kulon Progo dan Tantangan Jalur Mobilitas Baru

Kepala BNNP DIY Faried Zulkarnaen menempatkan Kulon Progo sebagai wilayah yang perlu perhatian khusus. Kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta dinilai mengubah peta mobilitas dan membuka potensi kerawanan baru.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan di tingkat kabupaten. Dari lima wilayah di DIY, Kulon Progo dan Gunungkidul masih belum memiliki BNNK, sehingga penguatan struktur dianggap mendesak untuk memperluas jangkauan pencegahan.

“Dari lima kabupaten/kota di DIY, tinggal Kulon Progo dan Gunung Kidul yang belum memiliki BNNK. Dengan adanya bandara, kita harus waspada agar wilayah ini tidak menjadi pintu masuk narkoba,” ujarnya.

Foto: Dok Kominfo Kab Kulon Progo

Tren Penyalahgunaan dan Pola Baru di Kalangan Muda

BNNP DIY mencatat posisi DIY berada di tiga besar nasional dalam penyalahgunaan narkotika. Kelompok usia produktif dan pelajar menjadi sasaran yang paling rentan dalam situasi ini.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan munculnya pola konsumsi melalui vape yang disalahgunakan. Fenomena ini menjadi perhatian karena memanfaatkan medium yang dekat dengan keseharian anak muda.

“Sekitar 23% pengguna vape terdeteksi menggunakan cairan yang mengandung etomidate, sebuah turunan narkotika golongan 2,” tambah Faried.

Penguatan Pencegahan dari Tingkat Daerah

Sebagai langkah awal sebelum pembentukan BNNK, BNNP DIY mengusulkan pembentukan Unit Layanan P4GN di tingkat daerah. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan, bukan hanya penindakan.

Selain itu, dorongan regulasi terkait pembatasan vape di lingkungan pelajar juga mengemuka sebagai bagian dari upaya perlindungan sejak dini.

Baca Juga: Kulon Progo Genjot Perbaikan Jalan di 12 Kapanewon

Kulon Progo sebagai Ruang Kunci Perlindungan Generasi

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan posisi daerahnya yang kini berada di garis depan perkembangan Yogyakarta. Keberadaan bandara menjadikan wilayah ini semakin strategis sekaligus rentan.

“Kulon Progo saat ini adalah kunci. Dengan dibukanya bandara, peredaran narkoba menjadi ancaman nyata. Kami mendengar banyak penangkapan yang asal-muasalnya dari wilayah kami,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan narkoba bukan hanya urusan kelembagaan, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi masa depan.

“Maju mundurnya Yogyakarta sekarang halamannya ada di Kulon Progo. Kita harus bersatu padu menangkap peluang positif dan memangkas peluang negatif seperti narkoba,” tambahnya.

Foto: Dok Kominfo Kulon Progo

Arah Sinergi dan Perlindungan Sosial yang Lebih Kuat

Pertemuan ini menegaskan arah sinergi antara BNNP DIY dan Pemkab Kulon Progo dalam memperkuat sistem pencegahan narkoba. Fokusnya tidak hanya pada pengawasan, tetapi juga pada perlindungan sosial yang lebih menyeluruh.

Di tengah perubahan wilayah yang semakin terbuka, Yogyakarta diharapkan tetap tumbuh dengan fondasi sosial yang kuat, terutama dalam menjaga ruang aman bagi generasi mudanya. (Oi)

Sumber: Kominfo Kulon Progo