Scroll untuk baca artikel
BudayaDaerahFavorite

Posyandu Muneng Bantul Jadi Wajah Layanan Inklusif DIY

×

Posyandu Muneng Bantul Jadi Wajah Layanan Inklusif DIY

Sebarkan artikel ini

Dari Tirtohargo, layanan kesehatan menyatu dengan kehidupan warga

Posyandu Muneng Bantul wakili DIY dalam lomba, tampilkan layanan kesehatan inklusif berbasis warga di Yogyakarta. foto: Dok bantulkab.go.id

Bantul, Voicejogja.com – Pagi di Padukuhan Muneng, Tirtohargo, terasa berbeda. Balita, orang tua, hingga lansia berkumpul dalam satu ruang yang sama, menjadikan Posyandu bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi denyut kehidupan warga. Dari Bantul, praktik ini kini melangkah lebih jauh, mewakili DIY dalam Lomba Posyandu.

Suasana hangat itu menjadi cerminan bagaimana Posyandu hadir dekat dengan warga. Bagi banyak keluarga, ruang ini bukan hanya tempat memeriksa kesehatan, tetapi juga memastikan masa depan anak-anak tumbuh dengan lebih terjaga.

Verifikasi lapangan dilakukan sebagai bagian dari Lomba Tim Penggerak Posyandu tingkat DIY, Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah penilaian administrasi, sekaligus memastikan bahwa pelayanan yang dilaporkan benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Tim penilai DIY hadir bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul, kader Posyandu, dan warga setempat. Kehadiran lintas elemen ini memperlihatkan bahwa Posyandu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem sosial di Jogja.

Ruang Layanan, Sekaligus Ruang Sosial

Di Posyandu Padukuhan Muneng, layanan berlangsung tertib dan terkoordinasi. Penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, hingga layanan bagi lansia berjalan beriringan dalam satu alur.

Anak-anak tampak ceria mengikuti kegiatan, sementara para kader sigap memberikan edukasi dan pendampingan. Interaksi lintas generasi ini menunjukkan bahwa Posyandu bukan hanya tentang layanan dasar, tetapi juga ruang kebersamaan.

Kehadiran warga dari berbagai usia memperkuat makna Posyandu sebagai ruang inklusif. Di sinilah kesehatan, edukasi, dan interaksi sosial bertemu dalam keseharian masyarakat Bantul.

Standar Layanan yang Menyentuh Kehidupan Warga

Penilaian tidak hanya melihat administrasi, tetapi juga inovasi program serta peran aktif kader dan masyarakat. Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas layanan.

Enam bidang pelayanan dasar ikut menjadi perhatian, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga aspek sosial dan ketertiban. Integrasi ini memperlihatkan bahwa Posyandu telah berkembang menjadi pusat layanan yang menyentuh banyak sisi kehidupan warga.

Bagi Jogja, pendekatan ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan layanan publik yang lebih menyeluruh dan terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Evaluasi untuk Penguatan Layanan

Wakil Ketua I Tim Pembina TP Posyandu DIY, GKBRAA Paku Alam (yang akrab disapa Gusti Putri) menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar penilaian.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melakukan penilaian, tetapi juga untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” tuturnya.

Ia menambahkan, proses ini diharapkan mampu melahirkan Posyandu terbaik yang dapat menjadi percontohan sekaligus mendorong inovasi demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Ketua TP Posyandu Kabupaten Bantul, Emi Masruroh Halim. Ia melihat momentum ini sebagai ruang belajar dan penguatan layanan.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk memperoleh penilaian, tetapi juga menjadi momentum bagi kami untuk belajar, berbenah, dan terus meningkatkan mutu pelayanan Posyandu,” ujarnya.

Jogja dan Arah Layanan Berbasis Komunitas

Langkah Posyandu Muneng mewakili Bantul dalam lomba tingkat DIY menunjukkan arah yang lebih luas. Jogja tidak hanya menjaga tradisi pelayanan berbasis komunitas, tetapi juga mengembangkannya agar tetap relevan.

Posyandu kini tidak lagi dipandang sebagai layanan tambahan, melainkan fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup warga.

Dari kesehatan ibu dan anak hingga kesejahteraan lansia, semua terhubung dalam satu ruang yang sama, menguatkan peran masyarakat sebagai penggerak utama layanan di tingkat akar rumput. (Oi)

Sumber: Bantulkab.go.id