BAC 2026, Voicejogja.com – Di tengah persaingan ketat BAC 2026, nama Moh Zaki Ubaidillah melangkah pasti menuju babak utama. Kemenangan dua laga kualifikasi bukan sekadar hasil, tetapi sinyal kebangkitan setelah rangkaian turnamen yang belum memuaskan. Bagi publik, perjalanan ini menjadi harapan baru dari generasi muda bulu tangkis.
Langkah Zaki juga membawa pesan lebih luas, bahwa proses, adaptasi, dan ketahanan mental menjadi kunci dalam menjaga performa di panggung internasional.
Bertanding di Ningbo, Zaki melewati dua laga kualifikasi dengan kemenangan meyakinkan. Ia mengalahkan Dmitriy Panarin dari Kazakhstan dengan skor 21-9, 21-11, lalu menundukkan Bharath Latheesh dari Uni Emirat Arab dengan 21-11, 21-10.
Dua kemenangan tersebut memastikan langkahnya ke babak utama BAC 2026. Dalam dua pertandingan itu, Zaki tampil cukup dominan meski masih dalam proses menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

Adaptasi dan Proses yang Terus Berjalan
Zaki mengakui performanya mulai terasa lebih nyaman meski belum sepenuhnya stabil. Ia menekankan bahwa adaptasi menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan.
“Pertama saya mau ucap syukur, alhamdulillah sudah bisa diberi kemenangan tanpa cedera. Ada dua pertandingan hari ini dan sudah lumayan enak mainnya tapi masih terus adaptasi dengan kondisi di lapangan. Senang bisa ke babak utama,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa kemenangan tidak hanya soal skor, tetapi juga bagaimana seorang atlet membaca ritme permainan dan situasi di lapangan.
Belajar dari Hasil Sebelumnya
BAC 2026 menjadi momentum penting bagi Zaki setelah hasil kurang maksimal di dua turnamen Eropa sebelumnya. Pengalaman tersebut justru menjadi bekal untuk tampil lebih matang.
Ia menyebut pertemuannya dengan Li Shi Feng dari China dan Yushi Tanaka dari Jepang sebagai pelajaran berharga. Dari sana, ia memahami lebih dalam tentang level permainan yang harus dihadapi di turnamen besar.
“Debut di BAC pastinya saya ingin kasih yang terbaik. Apalagi hasil di dua turnamen di Eropa kemarin kurang bagus. Saya juga belajar dari situ,” ucapnya.
Tantangan Berikutnya di Babak Utama
Langkah ke babak utama membuka tantangan baru. Zaki dijadwalkan menghadapi Koki Watanabe dari Jepang di babak pertama, sebuah laga yang diprediksi tidak mudah.
Ia menyadari bahwa pertandingan ke depan membutuhkan kesiapan mental yang lebih kuat. Evaluasi dan strategi akan menjadi fokus bersama tim pelatih.
“Di babak pertama bertemu Koki Watanabe, pastinya tidak mudah. Harus kuat pikirannya dan nanti pasti ada evaluasi dan planning dengan pelatih untuk strateginya,” katanya.
Bagi publik, perjalanan Zaki di BAC 2026 bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi gambaran tentang proses panjang seorang atlet muda dalam menapaki level tertinggi, sebuah perjalanan yang terus tumbuh, satu laga demi laga. (Oi)
Sumber: pbsi.id













