Kulon Progo, Voicejogja.com – Di tengah derasnya arus informasi, warga semakin bergantung pada media sosial untuk memahami kebijakan dan layanan publik. Di Kulon Progo, ruang digital ini perlahan berubah, tidak lagi sekadar papan pengumuman, tetapi jembatan yang lebih dekat dan terasa manusiawi.
Melalui Bimtek pengelolaan media sosial, Setda Kulon Progo berupaya memperkuat komunikasi publik agar lebih terbuka, responsif, dan mudah dipahami masyarakat.
Dari Informasi Kaku ke Konten yang Dipahami
Kegiatan yang berlangsung di Wates ini diikuti para admin media sosial dari berbagai bagian di lingkup Setda Kulon Progo. Fokus utamanya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi bagaimana menghadirkannya secara lebih komunikatif.
Tim admin media sosial dari Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi narasumber, menekankan bahwa peran media sosial kini telah berubah.
“Admin media sosial adalah wajah instansi di dunia maya. Kita tidak hanya bicara soal like dan share, tapi bagaimana membangun kepercayaan publik melalui konten yang akurat, cepat, dan humanis,” disampaikan dalam sesi pemaparan.
Strategi Konten dan Identitas Digital
Dalam Bimtek ini, peserta diajak memahami cara mengolah data administratif menjadi konten yang lebih mudah dicerna, seperti infografis dan video pendek.
Pendekatan visual juga menjadi perhatian, termasuk keseragaman warna dan font sebagai bagian dari identitas Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Hal ini dinilai penting agar informasi yang disampaikan tidak hanya jelas, tetapi juga konsisten dan terpercaya.
Selain itu, peserta juga mempelajari manajemen komunikasi, mulai dari menyusun narasi hingga menentukan gaya penyampaian yang bijak dan tetap beretika.
Memahami Algoritma dan Perilaku Warga
Media sosial tidak hanya soal konten, tetapi juga bagaimana konten itu sampai kepada masyarakat. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman tentang waktu unggah, penggunaan tagar, hingga cara memperluas jangkauan informasi.
Pendekatan ini menjadi penting agar pesan-pesan publik tidak tenggelam di tengah padatnya arus digital, tetapi justru hadir tepat waktu dan relevan bagi warga.
Belajar dari Praktik Nyata
Tidak berhenti pada teori, peserta juga menjalani praktik langsung. Mulai dari menyusun caption yang menarik, mengambil foto dan video menggunakan ponsel, hingga membaca data insight dari platform seperti Instagram dan Facebook.
Proses ini membantu peserta memahami bagaimana konten bekerja di lapangan, sekaligus mengevaluasi efektivitas pesan yang disampaikan kepada publik.
Menuju Komunikasi Publik yang Lebih Terhubung
Upaya ini menjadi bagian dari langkah lebih besar untuk membangun komunikasi publik yang terintegrasi di Kulon Progo. Sebagai pusat administratif, Setda memiliki peran penting dalam menjadi rujukan informasi bagi instansi lain dan masyarakat luas.
Ketika kanal digital dikelola dengan lebih baik, dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas informasi, tetapi juga pada tumbuhnya kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah. (Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id













