Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pneumonia Ancam Balita hingga Lansia di Kota Yogya

×

Pneumonia Ancam Balita hingga Lansia di Kota Yogya

Sebarkan artikel ini

Imunisasi dan gaya hidup sehat jadi kunci perlindungan warga

Kasus pneumonia di Kota Yogyakarta masih tinggi, terutama pada balita. Imunisasi PCV dan gaya hidup sehat jadi langkah penting pencegahan. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Batuk yang tak kunjung reda, napas yang terasa berat, gejala ini kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda pneumonia. Di Kota Yogyakarta, penyakit ini masih menjadi ancaman nyata, terutama bagi balita dan lansia.

Bagi banyak keluarga, menjaga kesehatan anak kini bukan hanya soal asupan, tetapi juga perlindungan dari penyakit yang bisa datang tanpa tanda awal yang jelas.

Baca Juga: Waspada Kasus Campak Masih Tinggi dan Mengancam Anak – Anak

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pneumonia. Dalam tiga bulan pertama 2026, tercatat 110 kasus pneumonia pada balita.

Angka ini memperlihatkan bahwa kelompok usia dini masih menjadi yang paling rentan.

“Pneumonia pada anak biasanya ditandai dengan batuk, demam, dan sesak napas. Bahkan, napas anak bisa menjadi sangat cepat atau berbunyi,” ujar dr. Endang Sri Rahayu.

Tren Kasus dan Kelompok Rentan

Data sepanjang 2025 menunjukkan pneumonia tidak hanya menyerang balita. Kasus juga ditemukan pada anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Balita tetap menjadi kelompok terbanyak, diikuti lansia yang juga memiliki kerentanan tinggi.

Meski peningkatan kasus pada anak tidak terlalu signifikan, penyakit ini tetap muncul setiap tahun, sehingga membutuhkan perhatian berkelanjutan dari masyarakat.

Faktor Risiko di Lingkungan Perkotaan

Pneumonia dipicu oleh berbagai penyebab, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga jamur. Namun, faktor lingkungan juga berperan besar dalam memperbesar risiko.

Kepadatan penduduk, tidak terpenuhinya ASI eksklusif, kondisi gizi yang kurang, hingga paparan asap rokok dan kendaraan bermotor menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Dalam kondisi tertentu, pneumonia bahkan dapat berujung fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Imunisasi dan Pencegahan Sejak Dini

Upaya pencegahan menjadi langkah paling penting. Salah satunya melalui imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang diberikan sejak usia dini.

Imunisasi ini diberikan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan diulang saat anak berusia 1 tahun untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan, mengurangi paparan polusi, serta menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

“Mari lengkapi imunisasi anak sesuai usia, gunakan masker sebagai perlindungan, dan terapkan GERMAS,” imbau dr. Endang.

Langkah-langkah sederhana ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan warga Jogja, agar tumbuh kembang anak tetap terlindungi dan kelompok rentan dapat menjalani hari dengan lebih aman. (Oi)