Scroll untuk baca artikel
FavoriteNasionalPemerintahPeristiwa

Orasi Kebangsaan Tamansiswa Tegaskan Peran Pendidikan

×

Orasi Kebangsaan Tamansiswa Tegaskan Peran Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Dari Yogyakarta, semangat persatuan dirawat lewat ruang belajar

Orasi kebangsaan di Tamansiswa Yogyakarta menegaskan peran pendidikan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan global. Foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di Pendopo Tamansiswa, Yogyakarta, suasana kebangsaan terasa hidup, bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat akan peran pendidikan dalam menjaga persatuan bangsa.

Orasi kebangsaan yang dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan kembali bahwa ruang belajar adalah fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Bagi warga Jogja, pesan ini bukan hal baru, tetapi semakin relevan di tengah dinamika zaman.

Pertemuan yang digelar Senin, 6 April 2026 itu turut dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Kehadirannya mencerminkan keselarasan antara pemerintah daerah dan nilai-nilai kebangsaan yang tumbuh dari rahim pendidikan Yogyakarta.

Acara bertema Meneguhkan Komitmen Tamansiswa dalam Membina Persatuan dan Kesatuan Bangsa ini menjadi ruang refleksi bersama. Jogja kembali ditempatkan sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi, tetapi juga menjaga arah bangsa.

Pendidikan sebagai Penjaga Persatuan

Dalam orasinya, Ahmad Muzani menekankan peran penting pendidikan dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia mengingatkan bahwa semangat nasionalisme tidak lahir begitu saja, melainkan ditanamkan melalui proses panjang di ruang-ruang belajar.

Menurutnya, sosok Ki Hajar Dewantara dan gerakan Tamansiswa menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan mampu menyatukan perbedaan. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak masa perjuangan terbukti mampu melampaui sekat etnis dan budaya.

Ia juga menyinggung perjalanan sejarah bangsa, mulai dari perdebatan bahasa dalam Kongres Pemuda hingga pengorbanan para pemimpin dalam menjaga integrasi nasional. Semua itu, menurutnya, berakar dari kesadaran yang dibangun melalui pendidikan.

Relevansi di Tengah Tantangan Global

Di tengah dunia yang terus berubah, Ahmad Muzani menilai nilai-nilai yang diajarkan di Tamansiswa tetap relevan. Pendidikan tidak hanya menjadi alat transfer ilmu, tetapi juga penjaga identitas dan perekat sosial.

Dalam konteks krisis global dan tantangan kemanusiaan, pendidikan dipandang sebagai cara paling efektif untuk menjaga stabilitas dan persatuan. Warisan intelektual yang menempatkan kepentingan negara dan perdamaian di atas segalanya menjadi hal yang perlu terus dirawat.

Bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, pesan ini memiliki makna yang dekat. Jogja bukan hanya tempat lahirnya gagasan besar, tetapi juga ruang hidup yang terus mengalirkan nilai kebangsaan dalam keseharian.

Jogja sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan

Momentum di Pendopo Tamansiswa ini mempertegas posisi Yogyakarta sebagai subjek penting dalam perjalanan bangsa. Di kota ini, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Kehadiran berbagai pihak dalam acara tersebut menunjukkan bahwa menjaga persatuan bukan tugas satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama. Dari ruang pendidikan hingga kebijakan publik, nilai kebangsaan perlu terus dihidupkan. (Oi)

Sumber: Gunungkidulkab.go.id