Scroll untuk baca artikel
AgamaNasional

KUA Green Building, Layanan Warga Lebih Nyaman

×

KUA Green Building, Layanan Warga Lebih Nyaman

Sebarkan artikel ini

Jogja ikut bergerak menuju layanan publik yang ramah lingkungan

KUA Green Building hadir di Jogja, tawarkan layanan lebih nyaman dengan konsep ramah lingkungan dan efisiensi energi. foto: Dok Kemenag

Jakarta, Voicejogja.com – Membayangkan mengurus pernikahan atau administrasi keluarga di ruang yang sejuk, terang alami, dan tidak pengap, itulah wajah baru layanan KUA yang mulai dibangun. Bagi warga, kenyamanan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi bagian dari pengalaman layanan yang lebih manusiawi.

Kementerian Agama menghadirkan konsep KUA Green Building sebagai upaya memperbaiki kualitas layanan publik. Program ini juga menyentuh DI Yogyakarta, yang mendapat dua unit pembangunan pada 2025.

Desain Ramah Lingkungan, Lebih Dekat dengan Warga

Sebanyak 154 KUA berbasis green building dibangun di berbagai daerah. Konsep ini mengedepankan bangunan yang ramah lingkungan, efisien energi, serta mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menyebut pendekatan ini bukan sekadar fisik bangunan, tetapi juga cara menghadirkan ruang layanan yang lebih sehat.

“Konsep green building KUA berfokus pada tiga indikator utama, yaitu ramah lingkungan, efisiensi energi, dan daur ulang sumber daya. Bangunan ini dirancang agar memberi dampak positif terhadap lingkungan dengan suasana yang asri, nyaman, dan minim kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Latih Fasilitator di Jogja

Sirkulasi Alami hingga Teknologi Pintar

Desain KUA mengoptimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Ruang layanan dirancang agar terasa lebih terbuka, mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

“Dengan memaksimalkan ventilasi dan cahaya alami, KUA tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga menghadirkan ruang layanan yang lebih sehat dan humanis bagi masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, konsep smart building mulai diterapkan melalui teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pengelolaan layanan menjadi lebih efisien, aman, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Energi Bersih dan Pengelolaan Air Berkelanjutan

KUA Green Building juga memanfaatkan panel surya dan lampu LED untuk menekan konsumsi listrik. Upaya ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga menekan emisi energi.

Di sisi lain, pengelolaan air menjadi perhatian penting. Air limbah wudu dan air hujan diolah kembali melalui ground tank untuk kebutuhan irigasi taman dan kebersihan fasilitas.

“Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap tantangan masa depan,” jelas Ahmad Zayadi.

Jogja dalam Peta Transformasi Layanan

Keberadaan dua KUA Green Building di DI Yogyakarta menjadi langkah awal menuju layanan publik yang lebih berkelanjutan di tingkat lokal.

Bagi Jogja, ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah perubahan cara menghadirkan pelayanan, lebih nyaman, lebih ramah lingkungan, dan lebih menghargai kebutuhan warga.

Di tengah tantangan urban dan lingkungan, pendekatan seperti ini memberi arah baru: bahwa layanan publik bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bumi. (Oi)