Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah persiapan keberangkatan, perhatian tidak hanya tertuju pada koper dan dokumen perjalanan. Bagi ratusan calon jemaah haji Kota Yogyakarta, kesehatan menjadi bekal utama agar ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.
Upaya menjaga kesehatan jemaah haji Jogja bukan sekadar formalitas. Pemeriksaan, vaksinasi, hingga pendampingan tenaga medis disiapkan menyeluruh, mengingat perjalanan panjang dan kondisi fisik menjadi penentu kelancaran ibadah.
Pemeriksaan Kesehatan Sejak Awal
Rangkaian pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji telah dimulai sejak November 2025. Proses ini mencakup pengukuran kebugaran jasmani, vaksinasi, hingga penyiapan dokumen kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyebut sebagian besar jemaah masuk kategori istithaah kesehatan dengan pendampingan obat.
“Hasil pemeriksaan kesehatan jemaah dikategorikan dalam status istithaah kesehatan. Sebagian besar masuk dalam kategori istithaah kesehatan dengan pendampingan obat,” ujarnya.
Istithaah kesehatan menjadi salah satu syarat utama selain pengetahuan dan kemampuan ekonomi, yang memastikan jemaah mampu menjalankan ibadah secara fisik dan mental.
Pendampingan hingga Arab Saudi
Pengawalan kesehatan tidak berhenti di dalam negeri. Sejumlah tenaga kesehatan dari Kota Yogyakarta juga diterjunkan untuk mendampingi jemaah selama di Arab Saudi.
Tiga tenaga kesehatan ditugaskan, terdiri dari satu dokter dan dua perawat dari fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta. Mereka bergabung dengan tim kesehatan dari DIY dan pusat.
Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan jemaah mendapatkan layanan medis cepat saat dibutuhkan, terutama bagi kelompok lanjut usia yang jumlahnya cukup besar.

Antisipasi Risiko Penyakit
Vaksinasi meningitis menjadi salah satu langkah utama untuk melindungi jemaah dari risiko penyakit selama berada di Tanah Suci. Langkah ini dilakukan karena jemaah akan berinteraksi dengan jutaan orang dari berbagai negara.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menegaskan pentingnya perlindungan ini.
“Untuk mengantisipasi penyakit meningitis dilakukan vaksinasi meningitis kepada seluruh calon jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci,” jelasnya.
Pemantauan juga dilakukan setelah jemaah kembali ke Yogyakarta, selama dua hingga tiga minggu, untuk memastikan tidak ada gejala penyakit menular.
Jaga Kebugaran, Jaga Ibadah
Menjelang keberangkatan, jemaah diingatkan untuk menjaga pola hidup sehat, mulai dari istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, hingga rutin beraktivitas fisik sesuai kemampuan.
Penggunaan masker di keramaian, perlindungan dari panas, serta kepatuhan pada pengobatan rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh selama ibadah.
Dengan jumlah 494 jemaah yang terbagi dalam beberapa kelompok terbang, termasuk 189 lansia, kesiapan kesehatan menjadi perhatian utama yang tidak bisa ditawar.
Menjaga Amanah Perjalanan Ibadah
Bagi Kota Yogyakarta, pengawalan kesehatan jemaah haji bukan sekadar layanan, tetapi bagian dari amanah untuk memastikan warganya dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat.
Di balik perjalanan spiritual ini, ada kerja panjang yang memastikan setiap langkah jemaah tetap terlindungi, dari kota ini hingga Tanah Suci, dan kembali pulang dengan selamat. (Oi)
Sumber: warta.jogjakota.go.id













