Gunungkidul, Voicejogja.com – Suasana hangat terasa di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, saat puluhan perempuan berkumpul dalam satu semangat yang sama. Bagi mereka, peran di balik keluarga kini semakin ditegaskan sebagai bagian penting dari masa depan masyarakat Gunungkidul.
Pengukuhan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gunungkidul menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ada harapan besar agar perempuan, khususnya di lingkungan ASN, mampu berkontribusi nyata dalam penguatan keluarga dan pembangunan daerah.
Penguatan Peran Strategis Perempuan
Sebanyak 48 pengurus unsur pelaksana DWP se-Kabupaten Gunungkidul resmi dikukuhkan sebagai bagian dari penguatan organisasi di tingkat perangkat daerah.
Ketua DWP Gunungkidul, Evi Nilawati Sri Suhartanta, menegaskan bahwa peran anggota tidak berhenti sebagai pendamping, tetapi juga sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Dharma Wanita Persatuan hadir sebagai organisasi perempuan nomor satu bagi istri ASN dan ASN perempuan, dimulai dari pondasi keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak-anak,” ujarnya.
Peran ini menjadi penting, terutama dalam membangun generasi yang kuat dari lingkungan keluarga sebagai ruang pendidikan awal.
Program Nyata untuk Kemandirian Keluarga
Berbagai program telah dijalankan DWP Gunungkidul, mulai dari literasi perempuan, literasi keuangan, hingga pengembangan pangan dan ekonomi kreatif.
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian keluarga, sekaligus membuka peluang bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam kegiatan produktif.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bagaimana organisasi perempuan dapat menjadi bagian dari solusi atas tantangan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.
Dorongan Inovasi dan Dampak Sosial
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi peran aktif DWP dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan peran perempuan.
Ia mendorong agar pengukuhan ini menjadi titik awal lahirnya program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya mendorong agar seluruh program kerja dapat berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya,” tegasnya.
Selain itu, anggota DWP juga diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial, dengan mengedepankan konten yang memberi inspirasi dan menghindari perilaku pamer.
Merawat Nilai Sosial dari Komunitas Perempuan
Kehadiran berbagai unsur dalam acara ini, termasuk perwakilan DWP DIY dan jajaran perangkat daerah, memperlihatkan pentingnya sinergi dalam memperkuat peran organisasi perempuan.
Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat jejaring antarperempuan di Gunungkidul untuk saling mendukung dan berkembang bersama.
Di tengah perubahan sosial yang cepat, ruang-ruang seperti ini menjadi penting untuk menjaga nilai kebersamaan sekaligus membangun kapasitas perempuan secara berkelanjutan.
Menjaga Arah Pembangunan dari Keluarga
Bagi Gunungkidul dan Yogyakarta secara luas, penguatan peran perempuan melalui DWP menjadi bagian dari upaya menjaga arah pembangunan yang berakar dari keluarga.
Dari ruang domestik hingga sosial, perempuan memiliki peran yang semakin strategis dalam membentuk generasi dan menjaga nilai-nilai masyarakat.
Pengukuhan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari langkah kecil di dalam keluarga, dan dari tangan-tangan perempuan yang bekerja dalam senyap namun berdampak panjang. (Oi)













