Gunungkidul, Voicejogja.com – Tawa pecah di sela permainan air, sementara tangan-tangan saling berjabat dalam suasana Syawal yang hangat. Sekilas terlihat seperti kegiatan biasa, namun di balik itu, tersimpan semangat baru yang pelan-pelan sedang disusun.
Bagi sebagian warga, momen seperti ini mungkin hanya terlihat sebagai ajang silaturahmi. Padahal, ada langkah besar yang mulai dirancang dari pertemuan yang tampak sederhana ini.
Puluhan hingga ratusan perempuan dari berbagai wilayah Gunungkidul berkumpul dalam kegiatan outbound yang dipadukan dengan syawalan di Agrowisata Amanah, Karanganyar, Sabtu (11/4/2026).
Sebanyak 128 peserta hadir, terdiri dari pengurus PERWOSI kabupaten, komunitas Senam Minggu Sehat, hingga perwakilan dari 18 kapanewon. Mereka datang bukan sekadar berkumpul, tetapi membawa semangat baru di tengah masa transisi organisasi.
Baca Juga: Dibalik Hujan Lebat Pekan Ini
Di Tengah Transisi, Ada Energi Baru
Ketua penyelenggara, Sri Anjani, menyebut kegiatan ini berlangsung dalam fase demisioner, masa ketika pengurus lama masih menuntaskan tanggung jawab sebelum kepengurusan baru resmi dilantik.
Namun justru di fase ini, terlihat satu hal yang menarik: organisasi tidak berhenti, malah terus bergerak.
“Meskipun sudah mengembalikan mandat, kami masih mempunyai kewajiban menyelesaikan program yang belum terlaksana,” ujarnya.
Banyak yang tak menyadari, fase transisi sering menjadi titik paling rentan dalam organisasi. Tapi di sini, justru berubah menjadi momentum penguatan.
Dari Silaturahmi ke Ambisi Nasional
Kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberi warna tersendiri. Selain sebagai kepala daerah, ia juga Ketua PERWOSI terpilih periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, ia tidak hanya mengapresiasi kekompakan para anggota, tetapi juga melempar tantangan besar: memecahkan rekor MURI.
Targetnya tak main-main, senam massal dalam ajang Geopark Night Spekta di Nglanggeran, melibatkan ribuan peserta, bahkan hingga partisipasi daring dari berbagai titik.
Terlihat sederhana, tapi berdampak besar, dari kegiatan lokal, arah geraknya mulai mengincar panggung nasional.
Perempuan, Olahraga, dan Dampak Sosial
Outbound yang diisi dengan kegiatan seperti menangkap ikan hingga polo air memang menghadirkan keceriaan. Namun lebih dari itu, ada pesan yang ingin ditegaskan: kesehatan dan kebersamaan adalah fondasi yang terus dijaga.
Jika ditarik lebih luas, gerakan seperti ini selaras dengan berbagai inisiatif penguatan komunitas perempuan di Jogja, termasuk geliat senam massal dan kampanye hidup sehat berbasis komunitas.
Di titik ini, PERWOSI tidak hanya menjadi organisasi olahraga, tetapi juga ruang sosial yang membangun daya tahan masyarakat.
Baca Juga: Sertifikat Mbah Tupan Kembali
Sebuah Awal yang Mungkin Tak Terlihat
Ada satu hal yang terasa mengendap dari kegiatan ini, bahwa perubahan besar sering dimulai dari pertemuan kecil yang hangat.
Dan mungkin, tidak semua orang menyadari: dari outbound sederhana dan syawalan ini, arah baru perempuan Gunungkidul sedang disiapkan.
Apakah target besar itu akan benar-benar terwujud? Waktu yang akan menjawab, namun langkah awalnya sudah terlihat jelas. (Oi)
Sumber: Gunungkidulkab.go.id













