Scroll untuk baca artikel
DaerahFavorite

Pemuda Pelopor Yogya Dibuka, Ajak Anak Muda Beraksi

×

Pemuda Pelopor Yogya Dibuka, Ajak Anak Muda Beraksi

Sebarkan artikel ini

Ruang ide dan aksi nyata untuk menjawab persoalan kota

Seleksi Pemuda Pelopor Yogya 2026 dibuka. Anak muda diajak beraksi lewat ide dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah dinamika Kota Yogya yang terus bergerak, peran anak muda semakin terasa penting. Bukan sekadar wacana, kini ruang nyata dibuka agar gagasan mereka bisa langsung menyentuh persoalan kota.

Seleksi Pemuda Pelopor 2026 hadir sebagai ajakan terbuka bagi generasi muda untuk ikut membentuk masa depan Yogya melalui aksi yang berdampak.

Ruang Tumbuh bagi Ide dan Kepedulian

Pendaftaran Seleksi Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta masih dibuka hingga 30 April 2026. Program ini menjadi wadah bagi pemuda untuk menyalurkan ide sekaligus membuktikan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Minat mulai terlihat meningkat. Dari yang awalnya hanya belasan peserta, kini jumlah pendaftar terus bertambah dengan komposisi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga bagian dari arah pembangunan kota yang melibatkan pemuda secara aktif.

Foto: Dok warta.jogjakota.go.id

“Program ini juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk penguatan peran pemuda, perempuan, dan komunitas marjinal,” ujarnya.

Dari Ide Sederhana hingga Dampak Nyata

Seleksi ini mencakup lima bidang utama, mulai dari pangan, pendidikan, inovasi teknologi, hingga seni budaya dan lingkungan. Bidang-bidang tersebut dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Menurut pengurus Forum Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta, Pangky Febriantanto, kepeloporan tidak selalu harus dalam bentuk besar.

“Karya yang dihasilkan tidak harus berupa produk fisik, tetapi bisa berupa sistem, gagasan, maupun lembaga yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Inovasi sederhana seperti pengembangan pangan kreatif atau pendidikan berbasis kearifan lokal dinilai memiliki nilai tinggi jika memberi dampak langsung.

Mengasah Daya Saing Pemuda Yogya

Seleksi ini tetap digelar di tingkat kota sebagai ruang untuk mengukur partisipasi sekaligus mengasah kemampuan kompetisi pemuda.

Mugi menyebut, salah satu tujuan pentingnya adalah membangun “bank pelopor”, yakni kumpulan anak muda dengan kepedulian dan inovasi yang bisa terus dikembangkan.

Tahapan seleksi meliputi administrasi, penilaian proposal, presentasi, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Hasil akhirnya akan diumumkan pada pertengahan Juni 2026.

Hingga saat ini, tercatat 26 pemuda telah mendaftar dengan jumlah seimbang antara laki-laki dan perempuan. Angka ini diharapkan terus bertambah.

Foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Menyaring “Permata” Baru dari Yogya

Pengurus FPPKY lainnya, Muhammad Helmi Rahman, menekankan bahwa seleksi ini mencari lebih dari sekadar ide.

“Kami ingin mencari pemuda yang tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Para pemenang nantinya akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Di balik itu, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang tidak hanya peka terhadap masalah kota, tetapi juga berani mengambil peran untuk menyelesaikannya.

Penutup
Bagi Yogya, pemuda bukan sekadar penerus, tetapi penggerak. Dari langkah kecil yang konsisten, perubahan kota bisa tumbuh, pelan, namun pasti. (Oi)

sumber: warta.jogjakota.go.id