Kulon Progo, Voicejogja.com – Di tengah harapan menguatkan ekonomi warga, rencana Koperasi Desa Merah Putih di Kulon Progo belum sepenuhnya berjalan mulus. Persoalan lahan dan perubahan aturan menjadi tantangan yang dirasakan langsung di tingkat kalurahan.
Bagi warga, koperasi desa bukan sekadar bangunan. Ia diharapkan menjadi ruang tumbuh ekonomi lokal yang dekat dan berdampak nyata.
Monitoring di Dua Kalurahan
Komisi I DPRD Kabupaten Kulon Progo melakukan monitoring pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, dan Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon.
Di Sukoreno, kegiatan diterima Lurah Olan Suparlan bersama pamong kalurahan. Kepengurusan koperasi telah terbentuk, namun pembangunan fisik belum berjalan.
Baca Juga: BNNP DIY dan Kulon Progo Perkuat Koordinasi Perangi Narkoba
Rencana awal pembangunan berada di tanah kas desa Padukuhan Depok. Lokasi ini masih membutuhkan pengurukan, sehingga belum memenuhi syarat.
Lahan Jadi Kendala Utama
Alternatif lahan sebenarnya tersedia, namun tidak dapat digunakan karena berdekatan dengan koperasi desa di wilayah lain. Situasi ini membuat pilihan lokasi menjadi sangat terbatas.
Selain itu, dinamika perubahan regulasi turut memengaruhi proses perencanaan di tingkat kalurahan.
Kondisi serupa juga ditemui di Kalurahan Glagah. Keterbatasan lahan menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
Mencari Bentuk yang Lebih Relevan
Di Glagah, muncul gagasan agar konsep pembangunan tidak terpaku pada bentuk gerai. Jika memungkinkan, pengembangan menjadi wahana seperti waterboom dinilai memiliki potensi lebih besar dalam meningkatkan pendapatan desa.
Usulan ini mencerminkan upaya kalurahan membaca kebutuhan dan peluang lokal secara lebih kontekstual.
Namun, petunjuk teknis dari pemerintah pusat masih menjadi acuan utama yang harus diikuti.
Baca Juga: Kasbangpol Kulon Progo Goes To School
Harapan untuk Ekonomi Warga
Melalui monitoring ini, Komisi I DPRD Kulon Progo berharap berbagai kendala di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bersama.
Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar hadir sebagai penggerak ekonomi warga.
Bagi Kulon Progo, keberhasilan koperasi desa akan menjadi bagian penting dalam menjaga kemandirian ekonomi berbasis komunitas.(Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id











