Scroll untuk baca artikel
FavoriteOlahraga

Laga PSIM vs Persija Pindah, Jogja Kehilangan Momen

×

Laga PSIM vs Persija Pindah, Jogja Kehilangan Momen

Sebarkan artikel ini

Perubahan venue menggeser atmosfer laga yang semula dinanti suporter.

Laga PSIM vs Persija dipindah ke Bali. Jogja kehilangan momentum kandang dalam BRI Super League yang semula digelar di Bantul. foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Sorak suporter yang seharusnya menggema di Stadion Sultan Agung kini harus tertunda. Laga PSIM Yogyakarta kontra Persija dalam BRI Super League berubah lokasi, meninggalkan ruang kosong bagi atmosfer sepak bola yang biasa hidup di Jogja.

Bagi warga dan pendukung setia, pertandingan ini bukan sekadar jadwal liga, tetapi bagian dari denyut kebersamaan yang jarang tergantikan.

Baca Juga: PSIM Tumbang Lagi, Van Gastel Soroti Stamina

Melalui keputusan resmi operator liga, pertandingan pekan ke-29 antara PSIM dan Persija dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Laga yang semula direncanakan digelar di Bantul kini berlangsung di Bali.

Perubahan ini merupakan hasil koordinasi antara panitia pelaksana PSIM, pihak keamanan, dan I.League sebagai operator kompetisi.

Situasi tersebut membuat Persija harus menyesuaikan rencana yang telah disusun sebelumnya. Tim ibu kota itu semula memilih tetap berada di Yogyakarta setelah laga sebelumnya, dengan harapan bisa langsung melanjutkan persiapan menghadapi PSIM.

Persiapan Berubah Arah

Pelatih Persija, Mauricio Souza, memastikan timnya tetap melanjutkan agenda latihan di Yogyakarta sebelum berangkat ke Bali.

“Kami akan tetap di sini dan mungkin baru akan berangkat ke Bali pada Selasa untuk bertanding,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jadwal latihan tetap berjalan, meski keputusan akhir menyesuaikan kondisi logistik tim.

“Kami akan berlatih pada Minggu dan Senin. Jika situasinya memungkinkan untuk berlatih pada Selasa, kami pun akan berlatih di hari itu. Tapi itu semua nanti tergantung pada urusan logistik,” katanya.

Momentum yang Tertunda di Jogja

Di tengah perubahan ini, Persija datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun. Hasil positif itu menjadi modal penting menghadapi laga berikutnya.

Namun bagi Jogja, perpindahan venue menghadirkan kehilangan yang tak sekadar teknis. Laga kandang selalu menjadi ruang bagi suporter untuk hadir, bagi pelaku usaha kecil di sekitar stadion untuk bergerak, dan bagi kota untuk merayakan sepak bola sebagai bagian dari budaya.

Perubahan ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang ekosistem yang hidup di sekitarnya.(Oi)