Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kadin Bantul Luncurkan GUBUG, Dorong UMKM Bangkit

×

Kadin Bantul Luncurkan GUBUG, Dorong UMKM Bangkit

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi permodalan dan digitalisasi jadi langkah menghadapi tekanan pasar

Kadin Bantul luncurkan GUBUG dan kerja sama permodalan untuk dorong UMKM, perkuat ekonomi lokal di tengah tekanan pasar global. Foto: Dok Bantulkab.go.id

Bantul, Voicejogja.com – Di tengah persaingan produk murah dari luar, pelaku usaha kecil di Bantul menghadapi tantangan yang kian terasa. Dari pasar tradisional hingga pelaku UMKM rumahan, daya saing menjadi isu yang tak lagi bisa ditunda.

Melalui peluncuran aplikasi GUBUG dan kerja sama permodalan, Bantul mencoba menjawab kegelisahan itu, membangun harapan baru bagi ekonomi lokal agar tetap bertahan dan tumbuh.

GUBUG, Ruang Baru untuk UMKM Bantul

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bantul menghadirkan aplikasi GUBUG atau Guyub Bakul Bantul Gumregah sebagai marketplace bagi produk UMKM lokal. Platform ini dirancang untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi berbasis daerah, sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha untuk naik kelas melalui digitalisasi.

Direktur Utama PT BPR Bank Bantul, Bambang Suryo Wibowo, berharap kehadiran Kadin mampu menjadi wadah yang menyuarakan kebutuhan pelaku usaha.

Ia juga melihat kolaborasi ini sebagai pintu masuk untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor riil.

Baca Juga: GIK UGM Di dorong Jadi Pusat Kreatif Ekonomi Jogja

Permodalan Jadi Kunci Penguatan Usaha

Selain pemasaran, persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM adalah akses permodalan. Untuk itu, dilakukan penandatanganan kerja sama antara PT BPR Bank Bantul dan Kadin Bantul.

Ketua Kadin Bantul, Nur Ikhsan Hidayat, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan untuk membantu pelaku usaha yang belum memiliki badan hukum agar tetap bisa mengakses pembiayaan.

“Jadi anggota Kadin Bantul yang berbadan hukum atau pengusaha yang besar sudah sering mengakses permodalan di Bank Bantul. Namun yang belum berbadan hukum atau UMKM kita coba fasilitasi untuk mengakses modal ke PT Bank Bantul,” jelasnya.

Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kecil agar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi.

Iklim Usaha yang Lebih Adaptif

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat ekonomi daerah. Upaya penyederhanaan regulasi menjadi salah satu fokus untuk menciptakan iklim usaha yang lebih efisien.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu menciptakan perubahan signifikan dalam iklim investasi dan usaha ke depan,” ujarnya.

Dorongan ini juga diarahkan untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda, sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi Bantul.

Baca Juga: Sastra Jawa ada disini

Menjaga Ekonomi Lokal Tetap Hidup

Melambatnya pertumbuhan ekonomi Bantul menjadi pengingat bahwa daya tahan ekonomi lokal perlu terus diperkuat. Tekanan dari pasar global dan menurunnya ekspor menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Melalui GUBUG dan akses permodalan, Bantul sedang menata ulang langkahnya, mengandalkan kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan pada pelaku usaha kecil.

Di tengah perubahan zaman, kekuatan Jogja tetap bertumpu pada warganya. Ketika UMKM tumbuh, ekonomi lokal pun ikut bernapas lebih panjang. (Oi)