Gunungkidul, Voicejogja.com – Di balik geliat pariwisata Gunungkidul, ada kekhawatiran yang tak bisa diabaikan—bangunan yang mulai rapuh hingga jalan yang perlu perhatian. Pemerintah DIY turun langsung memastikan infrastruktur tetap aman dan layak bagi warga maupun wisatawan.
Langkah ini menjadi bagian penting menjaga wajah Jogja, di mana ruang budaya dan akses jalan bukan sekadar fasilitas, tetapi penopang kehidupan sosial dan ekonomi.
Taman Budaya Butuh Penanganan Cepat
Kunjungan Dinas PUPESDM DIY menyoroti kondisi Taman Budaya Gunungkidul yang mulai mengalami kerusakan di beberapa titik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tembok yang sudah miring dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menegaskan perbaikan akan dilakukan agar fungsi bangunan kembali optimal.

“Terdapat beberapa titik bangunan gedung yang mengalami kerusakan dan akan diperbaiki agar fungsinya kembali seperti semula sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Penanganan ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga menjaga ruang budaya tetap hidup sebagai tempat ekspresi masyarakat.
Akses Jalan Jadi Penopang Pariwisata
Selain bangunan, perhatian juga diarahkan pada kondisi jalan provinsi di wilayah Gunungkidul. Infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga sekaligus kenyamanan wisatawan.
Upaya ini dilakukan agar akses menuju destinasi tetap aman dan efisien, mengingat Gunungkidul menjadi salah satu tujuan utama wisata di Jogja.
“Peningkatan aksesibilitas ini merupakan komitmen bersama antara Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” kata Anna.
Konektivitas yang baik diharapkan mampu memperkuat pergerakan ekonomi lokal yang bertumpu pada sektor pariwisata.
Sinergi Daerah untuk Infrastruktur Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif langkah ini sebagai respons cepat terhadap kebutuhan lapangan. Diskusi lanjutan juga mencakup penanganan tebing di kawasan Clongop serta perbaikan rutin jalan provinsi lainnya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Jogja tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung antara daerah dan provinsi.
Di saat yang sama, masyarakat juga diajak untuk ikut menjaga fasilitas yang ada, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Gunungkidul Perkuat Mitigasi Bencana
Menjaga Jogja dari Hal yang Paling Dasar
Perawatan infrastruktur sering kali terlihat sederhana, namun dampaknya terasa luas bagi kehidupan warga. Dari keamanan ruang publik hingga kelancaran akses ekonomi, semuanya bertumpu pada kualitas fasilitas dasar.
Langkah yang diambil di Gunungkidul menjadi pengingat bahwa masa depan Jogja tidak hanya dibangun lewat proyek besar, tetapi juga dari perhatian pada detail yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. (Oi)













