Kulon Progo, Voicejogja.com – Di sebuah dusun di Kulon Progo, suasana mendadak sunyi dan penuh haru ketika peti berbalut Merah Putih tiba di rumah duka.
Bagi keluarga dan warga, kepergian Kopda Anumerta Farizal Romadhon bukan sekadar kehilangan, tetapi juga pengingat tentang harga sebuah pengabdian yang jauh melintasi batas negeri.
Kesedihan itu terasa dekat, di antara doa, pelukan, dan langkah pelan yang mengiringi prosesi pelepasan seorang prajurit yang gugur dalam misi perdamaian dunia.
Pelepasan dengan Kehormatan Militer
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Dusun Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Farizal Romadhon, prajurit Yonif 113/Jaya Sakti, gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan.
Ia dinyatakan gugur saat bertugas di UNP 7-1, Desa Adchit al-Qusayr. Pengabdian itu menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Upacara dipimpin Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, yang menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu prajurit terbaik.
“Saya atas nama pemerintah, TNI, dan seluruh hadirin yang ada di sini, mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum,” ucapnya.

Duka yang Menjadi Kebanggaan
Di tengah suasana haru, keluarga yang ditinggalkan menerima penghormatan negara atas pengabdian Farizal. Dukungan moril disampaikan agar keluarga tetap tegar menghadapi kehilangan ini.
Pengabdian yang dijalani bukan tanpa risiko. Misi perdamaian yang sering dipandang jauh dari kehidupan sehari-hari warga, pada akhirnya menghadirkan kenyataan yang begitu dekat, kehilangan nyata di tengah keluarga dan masyarakat.
Kulon Progo tidak hanya melepas seorang putra, tetapi juga menyimpan cerita tentang keberanian dan tanggung jawab yang diemban hingga akhir hayat.
Dari Desa ke Panggung Dunia
Setelah prosesi penyerahan kepada negara, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates. Upacara militer menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas jasa yang telah diberikan.
Langkah Farizal membawa nama Indonesia ke panggung internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi terhadap perdamaian dunia juga lahir dari desa-desa di Jogja.
Bagi warga, peristiwa ini menyisakan kesadaran bahwa pengabdian tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya terasa luas, hingga melampaui batas wilayah dan generasi (Oi)
Sumber: Kulonprogokab.go.id













