Scroll untuk baca artikel
AgamaBudayaDaerahFavorite

Syawalan Muhammadiyah Gunungkidul, Silaturahmi dan Apresiasi

×

Syawalan Muhammadiyah Gunungkidul, Silaturahmi dan Apresiasi

Sebarkan artikel ini

Dari doa haji hingga penghargaan, kebersamaan tumbuh dari akar warga

Syawalan Muhammadiyah Gunungkidul pererat silaturahmi, lepas jemaah haji, dan beri penghargaan bagi warga berprestasi. foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, Voicejogja.com – Di Bangsal Sewokoprojo, suasana hangat Syawalan terasa lebih dari sekadar tradisi tahunan. Warga Muhammadiyah Gunungkidul berkumpul, saling menyapa setelah Idulfitri, membawa semangat baru yang menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Momentum ini menjadi ruang pertemuan antara silaturahmi, penghargaan, dan harapan, tentang bagaimana nilai kebersamaan terus dirawat di tengah perubahan zaman.

Silaturahmi yang Menguatkan Jaringan Sosial

Syawalan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul dihadiri berbagai elemen daerah, termasuk Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan jajaran Forkopimda.

Ketua PDM Gunungkidul, Dr. H. Sadmonodadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan yang telah menjaga suasana tetap kondusif selama Ramadan dan Idulfitri.

Ia juga mengingatkan kembali semangat “Islam Berkemajuan” yang menjadi identitas Muhammadiyah, sebuah nilai yang terus relevan dalam membangun masyarakat yang adaptif dan berdaya.

Doa dan Harapan dari Tanah Gunungkidul

Di tengah suasana Syawalan, doa bersama dipanjatkan untuk para calon jemaah haji. Sebanyak 209 jemaah reguler berada dalam bimbingan KBIH Aisyiyah, serta 9 jemaah haji khusus melalui travel Salsabila.

Di antara mereka, ada jemaah termuda berusia 18 tahun dan jemaah tertua berusia 85 tahun—gambaran lintas generasi yang menyatukan harapan dalam satu perjalanan spiritual.

Perwakilan jemaah, Suprapto, menyampaikan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang membutuhkan kesiapan lahir dan dukungan moral dari lingkungan.

Apresiasi dan Semangat Berkemajuan

Syawalan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi capaian warga Muhammadiyah Gunungkidul di tingkat nasional. PRM Siraman meraih Juara Harapan 2 Ranting Unggul Nasional 2024, sementara PCM Wonosari masuk 10 besar Cabang Unggul Nasional 2025.

Selain itu, keberhasilan Pesantren Ramadan Virtual 2026 dengan 68.357 peserta menjadi catatan penting. Tidak hanya melibatkan warga lokal, tetapi juga menjangkau peserta dari berbagai daerah.

Partisipasi guru, pegawai amal usaha, hingga siswa menunjukkan bahwa gerakan dakwah kini berkembang melampaui ruang fisik, menjangkau ruang digital yang lebih luas.

Nilai Sosial yang Diharapkan Tumbuh

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul menekankan bahwa ibadah haji harus melahirkan kesalehan sosial, hidup rukun, damai, dan saling membantu.

Pesan ini menjadi penting bagi masyarakat Gunungkidul, bahwa praktik keagamaan tidak berhenti pada ritual, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan gotong royong sebagai pondasi pembangunan daerah.

Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, Syawalan menjadi ruang untuk meneguhkan kembali arah, bahwa kebersamaan, nilai religius, dan kontribusi nyata tetap menjadi kekuatan utama Jogja, terutama dari Gunungkidul yang terus tumbuh dengan identitasnya sendiri (Oi)

Sumber: gunungkidulkab.go.id