Yogyakarta, Voicejogja.com – Di antara latihan yang rapi dan langkah yang diselaraskan, para pelajar di Kota Yogyakarta sedang menapaki proses yang tidak sederhana.
Seleksi Paskibraka Yogya 2026 menjadi ruang pembentukan disiplin, sekaligus cermin bagaimana generasi muda dipersiapkan untuk memikul tanggung jawab kebangsaan.
Dari ratusan pendaftar, kini tersisa 80 pasang peserta yang melangkah ke tahap berikutnya, membawa harapan untuk berdiri di momen penting peringatan kemerdekaan.
Dari Pendaftaran ke Seleksi Awal
Proses seleksi dimulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, lalu berlanjut ke pendaftaran daring pada Februari. Dari 319 peserta yang mengunggah berkas, sebanyak 265 dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti tes awal.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Bernadus Bayu Laksmono, menjelaskan hasil seleksi tahap awal kini mengerucut.
“Hasilnya, saat ini kita mendapatkan 80 pasang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang lolos ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Fisik, Kesehatan, dan Ketahanan Diri
Tahap berikutnya menuntut kesiapan fisik yang lebih spesifik. Seleksi kesehatan dan postur tubuh menjadi bagian penting untuk memastikan peserta berada dalam kondisi ideal.
Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri, meliputi tinggi dan berat badan, kesehatan mata, hingga tes urin bagi peserta putri. Seleksi postur juga melihat keseimbangan tubuh, posisi bahu, hingga potensi kelainan fisik.
Setelah itu, peserta akan menjalani seleksi parade, kesamaptaan, serta Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang menguji ketahanan fisik dan kekompakan.
Jogja Menjaga Akar Budaya
Di Yogyakarta, seleksi Paskibraka tidak hanya berbicara tentang kekuatan fisik. Ada dimensi lain yang ikut dinilai, yakni pemahaman terhadap budaya lokal.
Peserta diuji kemampuan membaca aksara Jawa, pengetahuan pariwisata, hingga potensi seni. Hal ini memperlihatkan bagaimana Jogja menempatkan identitas budaya sebagai bagian dari karakter generasi mudanya.
Seleksi ini menjadi ruang di mana nilai kebangsaan dan budaya lokal berjalan beriringan, membentuk sosok yang tidak hanya disiplin, tetapi juga berakar.
Dari Kota Menuju Panggung Lebih Luas
Dari seluruh rangkaian seleksi, nantinya akan dipilih 23 pasang terbaik sebagai Paskibraka Kota Yogyakarta. Delapan pasang di antaranya akan melanjutkan ke tingkat provinsi.
Peluang menuju tingkat nasional tetap terbuka, di mana setiap provinsi mengirimkan dua perwakilan terbaik.
“Dua tahun terakhir Kota Yogyakarta berhasil meloloskan perwakilan hingga tingkat nasional,” ungkap Bayu.
Membentuk Agen Perubahan Muda
Pendampingan peserta juga melibatkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Yogyakarta. Perwakilannya, Retina Nur Faizah Rumdono, menekankan pentingnya pembentukan karakter.
“Paskibraka menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam proses yang berlapis ini, Paskibraka menjadi lebih dari sekadar barisan upacara, melainkan bagian dari cara Jogja menyiapkan generasi muda yang siap hadir di ruang publik dengan integritas, kesadaran budaya, dan tanggung jawab sosial. (Oi)
Sumber: warta.jogjakota.go.id













