Scroll untuk baca artikel
BisnisDaerahEkonomiFavoritePemerintah

Pelatihan Kerja Gratis Jogja, Dari Satpam hingga AI

×

Pelatihan Kerja Gratis Jogja, Dari Satpam hingga AI

Sebarkan artikel ini

Kesempatan baru bagi warga, dari keterampilan dasar hingga teknologi masa depan

Pelatihan kerja gratis Jogja 2026 dibuka, dari satpam hingga AI. Tingkatkan skill dan peluang kerja warga Kota Yogyakarta. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah ritme kota yang terus bergerak, banyak warga Jogja mencari cara untuk bertahan dan berkembang. Bagi sebagian, kesempatan belajar keterampilan baru bisa menjadi titik balik—dari sekadar mencari kerja, menjadi berani membangun masa depan.

Program pelatihan kerja gratis di Kota Yogyakarta kembali dibuka. Bukan hanya keterampilan konvensional, kini pelatihan juga menyentuh bidang digital seperti artificial intelligence (AI), membuka jalan baru bagi warga usia produktif.

Menjawab Kebutuhan Warga dan Pasar

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menghadirkan pelatihan kerja gratis sepanjang 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erna Nur Setyaningsih, menyebut program ini rutin digelar untuk meningkatkan kompetensi sekaligus daya saing tenaga kerja.

“Peserta dibekali kompetensi, bahkan beberapa pelatihan sudah sampai ke tahap sertifikasi. Mengurangi pengangguran adalah poin intinya,” ujarnya.

Program ini diharapkan membuka peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya usaha mandiri di tengah masyarakat.

Dari Satpam hingga Teknologi AI

Tahun ini terdapat 11 jenis pelatihan kerja, mulai dari sosial media marketing, desain grafis bersertifikasi, satpam, hingga tata rias pengantin.

Pelatihan baru juga hadir, seperti artificial intelligence (AI), bahasa Jepang, dan pembuatan landing page. Jenis pelatihan ini disusun berdasarkan usulan masyarakat serta melihat kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu contohnya adalah pelatihan bahasa Jepang, yang merespons peluang magang ke Jepang yang semakin terbuka.

Inklusif untuk Semua Warga

Program ini juga memberi perhatian pada penyandang disabilitas dan keluarganya melalui pelatihan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Namun, mereka tetap memiliki kesempatan mengikuti pelatihan umum, selama kondisi memungkinkan.

Pendekatan ini memperkuat prinsip inklusivitas—bahwa setiap warga Jogja berhak mengakses peluang yang sama untuk berkembang.

Akses Mudah dan Berkelanjutan

Pelatihan kerja ini terbuka bagi warga Kota Yogyakarta usia 18–58 tahun, dengan pendaftaran melalui aplikasi Jogja Smart Service.

Program berlangsung dari Maret hingga Oktober 2026. Beberapa pelatihan bahkan telah penuh, seperti setir mobil dan SIM A yang sudah berjalan sejak Maret.

Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan lanjutan. Evaluasi dilakukan enam bulan setelah pelatihan, termasuk akses informasi lowongan kerja hingga dukungan usaha bagi penyandang disabilitas.

Investasi Keterampilan untuk Masa Depan Jogja

Bagi Jogja, pelatihan kerja bukan sekadar program tahunan. Ini adalah investasi sosial—membangun warga yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Ketika keterampilan bertumbuh, peluang ikut terbuka. Dan dari situ, Jogja tidak hanya bertahan, tetapi terus melangkah dengan percaya diri menuju masa depan. (Oi)

sumber: Warta.jogjakota.go.id