Scroll untuk baca artikel
AgamaBudayaDaerahFavorite

Paskah Kotabaru, Ribuan Jemaat Jaga Harapan Jogja

×

Paskah Kotabaru, Ribuan Jemaat Jaga Harapan Jogja

Sebarkan artikel ini

Dari ruang ibadah, toleransi dan kepedulian sosial dirawat bersama

Perayaan Paskah di Gereja Kotabaru Yogyakarta diikuti ribuan jemaat, menguatkan harapan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah kota. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, voicejogja.com – Cahaya lilin memenuhi ruang Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru. Ribuan jemaat duduk dalam hening, menyatu dalam doa yang membawa harapan, sebuah suasana yang tak hanya sakral, tetapi juga menghangatkan rasa kebersamaan di tengah kota.

Di Yogyakarta, perayaan Paskah seperti ini bukan sekadar ritual keagamaan. Ia menjadi ruang di mana nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial tumbuh dan terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ribuan Jemaat dalam Satu Pengharapan

Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Kotabaru diikuti ribuan umat Katolik. Kekhidmatan terasa sejak awal, dengan rangkaian ibadah yang membawa jemaat pada refleksi tentang pengorbanan dan kebangkitan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turut menyampaikan ucapan selamat merayakan Tri Hari Suci. Ia berharap Paskah membawa damai sekaligus memperkuat nilai pengharapan.

“Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momen spiritual yang mengandung makna pengorbanan, kebangkitan, dan harapan. Tema tahun ini, Kebangkitan-Nya Sumber Pengharapan dan Terobosan Baru, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Toleransi yang Tumbuh dalam Keseharian

Hasto menilai, toleransi di Yogyakarta tidak berhenti pada wacana, tetapi hidup dalam praktik keseharian warga. Ia mencontohkan kebersamaan lintas agama yang terjalin dalam berbagai momentum.

“Saya sangat terharu, ketika safari tarawih di bulan Ramadan, saya didampingi oleh Ketua DPRD dan rekan-rekan dari Kristen dan Katolik. Ini menunjukkan toleransi di Kota Yogya sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Komitmen menjaga suasana aman dan nyaman selama perayaan juga terus diperkuat, dengan dukungan aparat keamanan agar ibadah berjalan lancar.

Kotabaru sebagai Wajah Harmoni

Kawasan Kotabaru menjadi salah satu pusat perayaan Paskah dengan jumlah umat yang besar. Lebih dari itu, kawasan ini juga dikenal sebagai ruang perjumpaan berbagai rumah ibadah yang berdiri berdampingan.

Pastor Kepala Paroki, Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, menyampaikan bahwa tema Paskah tahun ini menekankan kebersamaan dalam pengharapan.

“Tahun ini kami ingin berjalan bersama umat dalam sebuah pengharapan, menjadi teman seperjalanan dalam pengalaman hidup mereka,” jelasnya.

Ia menyebut perayaan Malam Paskah digelar dalam tiga kali misa, dengan sekitar 4.000 umat hadir dalam setiap perayaan utama.

Harapan yang Menjadi Tindakan

Semangat Paskah diharapkan tidak berhenti di dalam gereja. Nilai pengharapan diterjemahkan menjadi kepedulian sosial, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian.

“Harapan kami, pengalaman Paskah ini mendorong umat untuk saling membantu, memberi perhatian kepada yang tersingkirkan, serta terus menjaga toleransi,” ujarnya.

Bagi Jogja, momen ini menjadi pengingat bahwa kota tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi juga dari nilai-nilai yang hidup di tengah warganya, tentang persaudaraan, kepedulian, dan kemampuan untuk tetap bersama dalam perbedaan. (Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id