Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePeristiwa

Muscab PKB Jogja Sederhana, Pesan Demokrasi Menguat

×

Muscab PKB Jogja Sederhana, Pesan Demokrasi Menguat

Sebarkan artikel ini

Kesederhanaan jadi cermin arah politik yang lebih membumi

Muscab PKB Yogyakarta digelar sederhana dan efektif. Wali Kota Hasto Wardoyo nilai pendekatan ini memperkuat makna demokrasi dan pelayanan publik. foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Ruang pertemuan di Yogyakarta terasa hangat tanpa kemewahan berlebih. Dalam suasana yang sederhana, percakapan tentang arah politik justru terdengar lebih jernih dan dekat dengan kepentingan warga.

Di tengah dinamika politik yang kerap riuh, pendekatan ini memberi isyarat lain: bahwa demokrasi bisa tumbuh dari ruang yang tidak berisik, namun tetap bermakna bagi masa depan kota.

Kesederhanaan yang Menguatkan Makna

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Yogyakarta yang digelar secara sederhana di Hotel Museum Batik Yogyakarta.

Menurutnya, kesederhanaan bukan berarti mengurangi nilai, justru menjadi cara agar proses berjalan lebih efektif.

“Kami, Pemerintah Kota, ikut senang dan mendukung dengan gembira terhadap muscab Partai Kebangkitan Bangsa (Kota Yogya) yang diselenggarakan dengan cara yang sederhana,” kata Hasto.

Ia menilai, pendekatan ini selaras dengan kebutuhan saat ini untuk menyederhanakan banyak hal, tanpa kehilangan esensi.

Forum Politik yang Tetap Relevan

Meski digelar tanpa kemegahan, muscab tetap dihadiri perwakilan partai politik di DPRD Kota Yogyakarta. Kehadiran lintas elemen ini memperlihatkan bahwa forum tersebut tetap memiliki bobot dalam dinamika politik lokal.

Hasto menekankan, muscab bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen dalam mengabdi kepada masyarakat.

Partai politik, menurutnya, memegang peran penting sebagai pilar demokrasi, menjadi wadah pendidikan politik, penyalur aspirasi, dan penggerak partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

Menyederhanakan untuk Menemukan Inti

Dalam pandangannya, kesederhanaan justru membantu melihat inti persoalan. Ia mengibaratkan seperti penyelesaian dalam ilmu pengetahuan, di mana langkah awal adalah menyederhanakan masalah agar solusi lebih mudah ditemukan.

“Sesungguhnya masalah inti itu sering sederhana, tetapi dibesar-besarkan sehingga tidak terlihat,” paparnya.

Ia juga menyoroti pentingnya ketenangan dalam proses berorganisasi. Tanpa itu, arah gerak bisa mudah terombang-ambing oleh dinamika yang tidak esensial.

Perjalanan Panjang dan Harapan Baru

Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta, Solihul Hadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran berbagai pihak dalam muscab tersebut.

Ia menggambarkan perjalanan PKB di Kota Yogyakarta sebagai proses panjang yang tidak selalu mudah. Selama empat periode atau sekitar 20 tahun, partai ini tidak memperoleh kursi di DPRD Kota Yogyakarta.

Namun pada periode saat ini, PKB berhasil meraih dua kursi, sebuah capaian yang menjadi titik balik sekaligus harapan baru.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau tempatnya mungkin sumpek. Ini potret partai PKB ini penuh dengan keprihatinan. Kita berjuang bersama untuk kemudian PKB menjadi lebih baik lagi dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Kesederhanaan yang ditampilkan dalam muscab ini seakan menjadi refleksi perjalanan tersebut, berangkat dari keterbatasan, namun tetap menjaga arah untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. (Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id