Gunungkidul, Voicejogja.com – Ketika musim kemarau mulai dibayangkan lebih panjang, kekhawatiran petani di wilayah kering seperti Gunungkidul kembali mengemuka. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program, tetapi menyangkut keberlanjutan hidup banyak keluarga.
Di tengah situasi itu, komitmen daerah untuk menjaga produksi pangan menjadi penentu apakah Jogja mampu bertahan menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata.
Sinergi Daerah dan Pusat
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
Forum tersebut menegaskan pentingnya langkah bersama antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman kemarau panjang.
Baca Juga: Srawung Jogja Dorong Akhlak, Kunci Masa Depan Kota
“Saya menghadiri undangan rakornas dengan kementerian pertanian, untuk mendukung program prioritas Presiden tentang ketahanan pangan,” ungkap Endah.
Ancaman Nyata bagi Wilayah Kering
Dalam pembahasan, potensi kemarau panjang tahun ini menjadi perhatian serius. Kondisi ini berisiko langsung terhadap produksi pertanian, terutama di daerah dengan karakteristik lahan seperti Gunungkidul.
Kementerian Pertanian mendorong setiap daerah untuk lebih proaktif dalam menyiapkan kebutuhan pendukung, mulai dari sarana hingga infrastruktur pertanian.
Langkah ini menjadi krusial, karena ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal stok, tetapi juga kemampuan daerah menjaga ritme produksi di tengah tekanan iklim.
Menjemput Dukungan untuk Petani
Gunungkidul diminta segera mengajukan proposal bantuan guna memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau.
“Intinya kami diminta untuk segera menyampaikan proposal permohonan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan di tengah potensi kemarau panjang di tahun ini,” jelas Endah.
Bantuan yang diharapkan mencakup alat mesin pertanian, sistem irigasi, hingga berbagai sarana pendukung lain yang dapat menjaga produktivitas petani tetap stabil.
Menjaga Masa Depan Pangan Jogja
Bagi wilayah seperti Gunungkidul, ketahanan pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga soal keberlanjutan kehidupan masyarakat desa.
Endah juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kebijakan yang membuka ruang luas bagi daerah untuk mengakses dukungan pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang telah memberikan ruang seluas-luasnya untuk mewujudkan program strategis nasional bapak Presiden dalam rangka ketahanan pangan,” tuturnya.
Di tengah perubahan iklim yang kian terasa, langkah-langkah antisipatif seperti ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga Jogja tetap kuat, tidak hanya hari ini, tetapi juga di masa depan.(Oi)
Sumber: Gunungkidulkab.go.id











