Gunungkidul, Voicejogja.com – Di tengah hamparan kawasan Bejiharjo, Gunungkidul, ratusan relawan sosial berkumpul membawa satu semangat yang sama: menguatkan peran mereka di tengah masyarakat.
Bagi warga Jogja, kehadiran mereka bukan sekadar aktivitas komunitas, tetapi penopang kesejahteraan yang sering bekerja tanpa sorot.
Jambore Sosial PSKS DIY 2026 menjadi ruang bertemunya para penggerak sosial untuk saling belajar, menguatkan, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan hati.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, secara resmi membuka Jambore Sosial Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) DIY 2026 di kawasan BUMDES Maju Mandiri, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.
Pembukaan dilakukan secara simbolis menggunakan permainan tradisional otok-otok, menandai dimulainya kegiatan yang berlangsung selama dua hari.
Kegiatan ini mengusung tema “Berdaya Bermartabat”, menegaskan arah pembangunan sosial yang tidak hanya berbasis bantuan, tetapi juga pemberdayaan.
Menguatkan Kapasitas, Bukan Sekadar Bantuan
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya melihat kebijakan sosial secara lebih utuh.
“Bahwa jambore ini bukan sekadar kegiatan rekreatif atau konsolidasi biasa, melainkan sebuah proses pembelajaran untuk memperkuat kapasitas PSKS agar dapat bergerak dalam satu tujuan yang terhubung dan saling percaya,” tuturnya.
Bagi Jogja, pendekatan ini menjadi penting. Relawan sosial tidak hanya hadir saat krisis, tetapi juga menjadi jembatan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.
PSKS sebagai Ujung Tombak Sosial
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut para peserta sebagai “pahlawan kemanusiaan” yang bekerja langsung di tengah warga.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan peran strategis PSKS dalam menangani persoalan sosial sehari-hari.
“Saya berharap semangat gotong royong yang menjadi landasan bangsa dapat terus berkobar dalam diri seluruh anggota PSKS DIY untuk membangun keadilan dan kemakmuran bagi sesama,” ujarnya.
Baca Juga: PHRI Gunungkidul Perkuat Sinergi, Pariwisata Kian Tumbuh
Aksi Nyata untuk Warga dan Lingkungan
Jambore ini tidak berhenti pada forum diskusi. Berbagai kegiatan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Penyaluran bantuan sosial senilai Rp334.500.000 diberikan kepada tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial, yakni LKS Islam, LKS Amalunaja, dan LKS Rumah Yatim Kelor.
Aksi lingkungan dilakukan melalui penanaman 400 bibit pohon, termasuk pohon nangka, sebagai upaya menjaga kelestarian alam Bejiharjo.
Layanan kesehatan gratis juga hadir melalui pemeriksaan umum, pemeriksaan mata, hingga donor darah yang melibatkan berbagai mitra.
Dari Relawan untuk Masa Depan Jogja
Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari rangkaian aksi sosial sebelumnya, mulai dari khitanan massal, pembagian sembako untuk lansia, hingga santunan bagi 500 anak yatim di berbagai wilayah DIY.
Jambore Sosial PSKS DIY memperlihatkan bagaimana kekuatan Jogja tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada manusia-manusia yang bekerja dengan empati.
Di tengah perubahan sosial yang terus bergerak, keberadaan relawan menjadi penanda bahwa Jogja tetap menjaga nilai gotong royong sebagai fondasi masa depannya. (Oi)













