Kulon Progo, Voicejogja.com – Langkah kaki penumpang di Bandara YIA tak lagi hanya menuju ruang tunggu atau gerbang keberangkatan. Di antara arus orang yang datang dan pergi, kini ada satu sudut yang membawa identitas Jogja, PSIM.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya toko biasa. Tapi bagi warga Jogja, ini adalah tanda bahwa klub kebanggaan mereka sedang bergerak ke level yang berbeda.
Baca Juga: PSIM Jogja Tersendat, Finishing Jadi Sorotan
PSIM Jogja resmi membuka PSIM Store di area Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kamis (9/4/2026). Kehadiran toko ini menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan brand sekaligus memperkuat posisi klub sebagai identitas kota.
Peresmian dihadiri langsung jajaran manajemen PSIM bersama pihak Angkasa Pura, menandai kolaborasi yang tak hanya bersifat bisnis, tetapi juga membawa semangat representasi daerah di ruang publik strategis.
Dari Klub Lokal ke Etalase Kota
Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menegaskan bahwa PSIM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas Yogyakarta itu sendiri.
“PSIM ini milik warga Yogyakarta. Kehadiran store ini menjadi simbol keterlibatan dan kebanggaan,” ujarnya.
Terlihat sederhana, tapi berdampak besar, ketika sebuah klub hadir di bandara, ia tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa cerita kota kepada siapa pun yang datang.
Banyak yang tak menyadari, bandara adalah titik paling strategis untuk memperkenalkan identitas lokal ke dunia luar.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Toko
Manajer Commercial & Sponsorship PSIM, Halifa Difa, menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis jangka panjang.
Menurutnya, bandara bukan sekadar tempat transit, tetapi ruang dengan potensi pasar besar yang mempertemukan berbagai segmen masyarakat.
Jika dikaitkan dengan tren klub-klub modern, langkah ini sejalan dengan penguatan lini komersial—seperti pengembangan merchandise, kolaborasi brand, hingga positioning klub sebagai gaya hidup.
Di titik ini, PSIM tampak mulai bergerak dari sekadar klub menjadi entitas bisnis yang lebih matang.
Bandara sebagai Ruang Baru Identitas
Pihak Angkasa Pura menyambut kehadiran PSIM Store sebagai bagian dari penguatan ekosistem di bandara.
General Manager Angkasa Pura, Muhammad Thamrin, menyebut bandara kini bukan hanya tempat transit, tetapi juga ruang pertumbuhan berbagai sektor.
Di sinilah muncul pertanyaan menarik, ketika bandara menjadi wajah pertama kota, identitas apa yang ingin ditampilkan kepada dunia?
Dan PSIM, secara perlahan, mulai mengambil ruang itu.
Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh
Harapan besar disematkan pada kehadiran PSIM Store, terutama agar produk-produk klub bisa menjadi cendera mata khas bagi wisatawan.
Namun maknanya tidak berhenti di situ.
Ini bukan hanya soal menjual jersey atau atribut, tetapi tentang bagaimana sebuah klub bisa menjadi bagian dari pengalaman orang saat datang ke Yogyakarta.
Seperti halnya geliat ekonomi kreatif Jogja dan penguatan destinasi berbasis identitas lokal, langkah ini membuka peluang baru yang lebih luas.
Baca Juga: Cidera Para Pemain PSIM Membaik
Di tengah arus penumpang yang terus bergerak, PSIM kini tak lagi hanya hidup di stadion atau layar pertandingan.
Dan mungkin, tanpa banyak disadari, dari sebuah toko kecil di bandara, sebuah arah baru sedang dimulai. (Oi)
Sumber: psimjogja.id













