Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

PSIM Jogja Tersendat, Finishing Jadi Sorotan

×

PSIM Jogja Tersendat, Finishing Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Laskar Mataram masih menyimpan asa di sisa musim

PSIM Yogyakarta kembali soroti finishing usai kalah dari Dewa United. Laga tersisa jadi penentu posisi di klasemen BRI Super League. foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Malam di Serang terasa berat bagi PSIM Yogyakarta. Serangan demi serangan dibangun, namun tak satu pun mampu mengubah papan skor, sebuah situasi yang kembali mengingatkan pada persoalan lama di lini depan.

Di tengah persaingan ketat BRI Super League, hasil ini bukan sekadar angka di klasemen. Ada kecemasan yang mulai terasa: bagaimana Jogja menjaga peluang tetap hidup di sisa musim.

Peluang Ada, Gol Belum Tiba

Bertanding di Banten International Stadium, PSIM harus mengakui keunggulan Dewa United FC dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal lawan hadir dari penalti Alex Martins pada menit ke-62.

Sepanjang laga, PSIM sebenarnya mampu menekan dan menciptakan peluang berbahaya. Namun, seperti yang terjadi berulang kali musim ini, penyelesaian akhir belum menemukan bentuk terbaiknya.

Pelatih Jean Paul Van Gastel mengakui hal tersebut sebagai pekerjaan rumah utama tim.

“Pada sepanjang musim ini, kita memiliki beberapa masalah kelengkapan penyelesaian di sepertiga akhir lapangan. Kita butuh banyak sekali peluang sebelum kita membuat satu gol sehingga hal itu menguras terlalu banyak energi,” ujarnya.

Energi Terkuras di Sepertiga Akhir

Masalah finishing bukan sekadar soal teknis, tetapi juga berdampak pada ritme permainan. Ketika peluang demi peluang gagal dimaksimalkan, energi tim terkuras tanpa hasil yang sepadan.

Van Gastel tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Peluang-peluang emas masih mampu diciptakan, sebuah modal penting di tengah tekanan kompetisi.

“Pada pertandingan ini, kita telah menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti tim musuh. Pada waktu tertentu kita harus segera membuat gol dari peluang berharga yang ada,” katanya.

Daya juang para pemain juga tetap menjadi catatan positif. Karakter pantang menyerah dinilai masih terjaga sepanjang musim ini.

Posisi Belum Sepenuhnya Aman

Kekalahan ini membuat PSIM tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 38 poin. Jarak dari zona merah memang masih terbuka, namun belum sepenuhnya aman secara matematis.

Situasi ini menempatkan delapan laga tersisa sebagai penentu arah musim. Setiap pertandingan menjadi ruang pembuktian—bukan hanya soal taktik, tetapi juga ketajaman di momen krusial.

Bagi Jogja, sepak bola bukan sekadar hasil akhir. Ia adalah denyut kebanggaan kota, yang menuntut konsistensi sekaligus keberanian memperbaiki diri.

Langkah PSIM mungkin sempat tersendat, tetapi peluang untuk bangkit masih terbuka selama upaya itu terus dijaga di setiap laga yang tersisa. (Oi)

Sumber: Ileague.id