SLEMAN, voicejogja.com – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri acara Monitoring dan Evaluasi (monev) Program Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kapanewon dan Kalurahan yang diadakan di Posyandu Asparagus II Babadan Baru, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (9/4/2026) pagi.
Monev dilakukan oleh tim penilai lomba Tim Penggerak Posyandu tingkat DIY, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pencatatan Sipil DIY, Ardiyan Muryanto.
Danang menyebut kegiatan ini merupakan proses guna merefleksi dan menilai sejauh mana langkah dan kebijakan yang telah dijalankan Pemkab Sleman dapat menyentuh dan menyelesaikan masalah mendasar masyarakat yaitu kemiskinan.
“Maka, mari kita gunakan momentum ini untuk memastikan bahwa data yang kita jadikan acuan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa Tim Penanggulangan Kemiskinan Kapanewon dan Kalurahan ini memiliki peran sangat strategis sebagai ujung tombak di masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya kegiatan monitoring dan evaluasi ini sangat penting sebagai sarana untuk mengukur efektivitas dan ketepatan sasaran program.
Ardiyan menjelaskan lomba TP Posyandu Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY tahun 2026 ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu di Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2024 tentang Posyandu.
Dijelaskan setiap peserta akan mengikuti tahapan penilaian yang terdiri dari penilaian administrasi, penilaian paparan dan wawancara, serta penilaian klarifikasi lapangan. Penilaian administrasi telah dilaksanakan tanggal 9 sampai 11 Maret 2026 dengan hasil Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman memperoleh peringkat tiga teratas untuk kemudian berhak mengikuti tahap penilaian selanjutnya.
“Untuk itu, kami ucapkan selamat kepada wakil dari Kabupaten Sleman, yakni TP Posyandu Kalurahan Condongcatur dan Posyandu Asparagus 2 atas prestasinya sehingga bisa lolos pada penilaian administrasi,” katanya. (Hps)
Editor : Mukhlisin Mustofa/Red









