Scroll untuk baca artikel
BudayaDaerahFavorite

Si Bravo Jadi Maskot PORDA DIY 2027, Simbol Jogja Bertahan

×

Si Bravo Jadi Maskot PORDA DIY 2027, Simbol Jogja Bertahan

Sebarkan artikel ini

Dari burung branjangan, semangat Kulon Progo dirawat untuk masa depan olahraga

Si Bravo, maskot PORDA DIY 2027 dari Kulon Progo, jadi simbol perjuangan dan kesiapan tuan rumah tanpa bangun fasilitas baru. Foto: Dok Kulonprogokab.go.id

Kulon Progo, Voicejogja.com – Di tengah lanskap Kulon Progo yang tak selalu ramah, ada burung kecil yang dikenal tangguh bertahan hidup. Kini, semangat itu dihadirkan dalam sosok “Si Bravo”, maskot PORDA DIY 2027 yang membawa pesan lebih dari sekadar perhelatan olahraga.

Bagi Jogja, kehadiran maskot ini bukan hanya identitas visual, tetapi cerminan nilai perjuangan yang ingin ditanamkan pada generasi atlet berikutnya.

Peluncuran logo, maskot, dan jingle PORDA DIY XVIII 2027 digelar di Taman Budaya Kulon Progo. Momentum ini menandai kesiapan Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Si Bravo” diangkat sebagai maskot resmi, terinspirasi dari burung endemik Branjangan Srikayangan yang hidup di wilayah Kulon Progo.

Foto: Dok Kulonprogokab.go.id

Simbol Perjuangan dari Alam Kulon Progo

Ketua KONI Kulon Progo, Hamam Mutaqim, menyebut karakter Si Bravo merepresentasikan semangat bertahan dan berjuang. Burung branjangan dikenal mampu hidup di kondisi gersang, bahkan di tengah ancaman kepunahan.

“Perjuangan burung ini bisa menjadi penyemangat bagi kami semua yang terlibat dalam PORDA DIY XVIII nanti,” ujarnya.

Makna ini menjadi penting, terutama bagi atlet yang tengah menempuh proses panjang menuju kompetisi. Dari alam, Kulon Progo menghadirkan simbol yang dekat sekaligus relevan.

Target Medali dan Kesiapan Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah, Kulon Progo menyiapkan sekitar 800 atlet yang akan bertanding di 49 cabang olahraga. Target yang dicanangkan adalah minimal 74 medali emas pada gelaran yang direncanakan berlangsung September 2027.

Wakil Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. Rumpis Agus Sudarko, M.S., melihat identitas baru ini sebagai energi tambahan untuk mendorong semangat juang atlet DIY di tingkat nasional.

Ia juga menyoroti bagaimana nilai budaya “Hamemayu Hayuning Bawono” tetap dihadirkan dalam semangat olahraga yang dibangun.

Fokus Revitalisasi, Bukan Bangunan Baru

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menjelaskan bahwa nama Si Bravo merupakan akronim dari Branjangan Victory Kulon Progo. Pilihan ini sekaligus menegaskan identitas lokal yang diangkat dalam ajang tersebut.

Di sisi lain, strategi pembangunan juga menjadi perhatian. Alih-alih membangun fasilitas baru, pemerintah memilih fokus pada revitalisasi dan renovasi sarana olahraga yang sudah ada.

Beberapa fasilitas yang akan diperbaiki meliputi GOR Wates, GOR Cangkring, stadion utama, serta lintasan atletik.

“Kami harus lebih awal dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PORDA dan Peparda 2027,” jelas Agung.

Menjaga Arah Olahraga Kulon Progo

Langkah ini menunjukkan bahwa kesiapan tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur, tetapi juga dari keberlanjutan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Bagi Kulon Progo, PORDA bukan sekadar ajang kompetisi. Ia menjadi ruang pembinaan, tempat nilai-nilai ketahanan, kerja keras, dan identitas lokal dirawat bersama.

Dari seekor burung kecil bernama Si Bravo, pesan itu mengalir, bahwa kekuatan tidak selalu datang dari yang besar, tetapi dari yang mampu bertahan dan terus berjuang. (Oi)

Sumber: Kulonprogokab.go.id