Gunungkidul, Voicejogja.com – Di banyak rumah di Jeruken dan Pijenen, suara air yang mengalir kini terasa berbeda, lebih dari sekadar kebutuhan, ia menjadi tanda berakhirnya penantian panjang. Setelah 25 tahun, air PDAM akhirnya benar-benar hadir di kehidupan sehari-hari warga.
Bagi keluarga yang selama ini bergantung pada air tangki, perubahan ini membawa kelegaan sekaligus harapan akan hidup yang lebih layak.
Penantian Panjang yang Akhirnya Terjawab
Warga Kelurahan Giri Sekar kini mulai merasakan aliran air bersih dari PDAM, mengakhiri perjalanan panjang sejak pipa pertama kali dipasang tanpa hasil.
Di wilayah Jeruken dan Pijenen, sekitar 140 rumah tercatat sebagai bagian dari kawasan ini. Namun, baru 30 sambungan rumah yang terlayani.
Dukuh Jeruken, Narsih, menyampaikan harapan agar jaringan terus diperluas sehingga seluruh warga dapat menikmati akses yang sama.
“Kita tentu berharap agar PDAM dan pemerintah daerah dapat terus menambah jaringan pipa agar seluruh rumah di lingkungan tersebut dapat terlayani secara merata,” ujarnya.
Dari Uji Coba ke Pemanfaatan Nyata
Aliran air sempat diuji coba sejak Ramadan, sebelum akhirnya dipastikan mengalir secara penuh untuk kebutuhan rumah tangga.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan infrastruktur air.
“Meskipun uji coba pengaliran sudah dilakukan sejak bulan Ramadan, dipastikan bahwa mulai hari ini air telah mengalir secara sempurna,” kata Bupati.
Dengan kondisi ini, warga tidak lagi harus bergantung pada pembelian air tangki, terutama saat musim kemarau.
Tantangan Akses dan Rencana Perluasan
Meski aliran air sudah hadir, belum semua warga dapat langsung menikmati layanan tersebut.
Sebagian masih mempertimbangkan biaya pemasangan sambungan rumah. Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa rencana subsidi bagi warga kurang mampu.
Rencana penambahan 40 sambungan rumah pada 2027 menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program ini di Jeruken dan Pijenen.
Arah Layanan Air Bersih ke Depan
Keberhasilan ini juga menjadi pijakan untuk pengembangan jaringan air bersih ke wilayah lain di Gunungkidul.
Purwosari menjadi salah satu daerah yang mulai dipetakan, dengan perhitungan kapasitas sumber air dan kebutuhan anggaran yang sedang disiapkan.
Langkah ini menunjukkan bahwa akses air bersih bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan dasar bagi warga.
Di Jeruken dan Pijenen, aliran air hari ini bukan hanya tentang kebutuhan yang terpenuhi, tetapi tentang martabat hidup yang perlahan dipulihkan, dan itu menjadi cerita penting bagi masa depan Jogja yang lebih merata (Oi)
Sumber: gunungkidulkab.go.id













