Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteNasional

Mendes PDT Luncurkan Indeks Risiko Iklim Desa, Dorong Ketahanan Iklim dari Akar Rumput

×

Mendes PDT Luncurkan Indeks Risiko Iklim Desa, Dorong Ketahanan Iklim dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
Mendes PDT luncurkan IRID di Karawang untuk dorong desa tangguh iklim, arahkan Dana Desa 2025 ke mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Foto: kemendes

Isuenasional, Karawang — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto resmi meluncurkan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Sabtu Kemarin. Peluncuran ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong terwujudnya Desa Berketahanan Iklim di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, anggota DPR RI Verrell Bramasta, para kepala desa se-Karawang, serta tamu undangan dari lembaga internasional seperti World Bank.

IRID ini bukan hanya soal cuaca, ini soal masa depan. Kalau gagal panen karena iklim, lalu bangsa ini makan apa?” tegas Mendes Yandri dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kemampuan desa dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Melalui IRID, desa-desa akan didorong untuk memperkuat kapasitasnya secara mandiri dan berkelanjutan dalam mengelola risiko iklim. Mendes juga menegaskan bahwa Dana Desa 2025 dapat diarahkan untuk program adaptasi dan mitigasi iklim, seperti Desa Tangguh Iklim, Desa Bebas Sampah, dan inisiatif Ekonomi Hijau.

Peluncuran IRID juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama integrasi Sistem Informasi Desa (SID) dengan IRID, yang melibatkan Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes dan DJPK Kementerian Keuangan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat basis data dan perencanaan pembangunan desa berbasis risiko iklim.

IRID sendiri mengukur ketahanan iklim desa dengan mempertimbangkan dimensi keterpaparan, sensitivitas, kapasitas adaptasi, serta potensi bahaya. Indeks ini juga menjadi bagian dari sasaran strategis RPJMN 2025–2029 dalam menciptakan kemandirian desa berkelanjutan.

Verrell Bramasta, yang hadir sebagai anggota DPR RI, menyatakan dukungannya terhadap IRID. Ia menilai IRID sebagai inovasi penting yang bisa membantu petani dan kepala desa dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Kegiatan diakhiri dengan pelepasan benih ikan nila ke perairan Situ Cipule sebagai simbol semangat pelestarian lingkungan.

Sumber: Kemendes