Scroll untuk baca artikel
Olahraga

PSIM Tumbang Lagi, Van Gastel Soroti Babak Kedua

×

PSIM Tumbang Lagi, Van Gastel Soroti Babak Kedua

Sebarkan artikel ini

Keunggulan awal tak cukup saat konsistensi jadi pekerjaan rumah

PSIM kembali kalah, Van Gastel soroti lemahnya babak kedua dan konsistensi tim yang jadi pekerjaan rumah. foto: Dok Ileague.id

Bandar Lampung, Voicejogja.com – Harapan sempat tumbuh di menit awal ketika PSIM Yogyakarta membuka keunggulan lebih dulu. Namun bagi Laskar Mataram, pertandingan kali ini kembali meninggalkan rasa yang sama: peluang ada, tapi hasil belum berpihak.

Di tengah perjuangan menjaga posisi di kompetisi, kekalahan ini terasa lebih dari sekadar angka, ini soal konsistensi yang masih belum utuh.

PSIM Yogyakarta harus pulang tanpa tambahan poin setelah takluk dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.

Gol cepat dari Savio Sheva sempat memberi arah optimistis bagi permainan tim. Serangan terlihat hidup, tekanan lawan mampu diatasi, dan ritme permainan berjalan sesuai rencana.

Namun situasi berubah selepas jeda.

Momentum Hilang di Babak Kedua

Bhayangkara FC mampu membalikkan keadaan melalui dua gol yang lahir dalam waktu berdekatan. Momen itu cukup untuk mengubah jalannya pertandingan sekaligus mematahkan keunggulan PSIM.

Upaya untuk bangkit sempat muncul ketika Ezequiel Vidal mencetak gol. Namun keputusan VAR membatalkan gol tersebut karena posisi offside, membuat peluang menyamakan kedudukan kembali sirna.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, melihat perbedaan mencolok antara dua babak.

“Kita bisa melihat bahwa di babak pertama, anak-anak tampil baik dan bisa keluar dari tekanan dan mengkreasikan banyak peluang serta mencetak gol. Namun di babak kedua, kita kembali hadapi masalah yang sama yaitu lemah dalam antisipasi set piece dan itu terjadi di gol pertama lawan,” ujarnya.

Catatan yang Perlu Dibenahi

Hasil ini menambah rangkaian laga yang belum memuaskan bagi PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim sempat meraih satu kemenangan, namun lebih sering harus berbagi poin atau menelan kekalahan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsistensi permainan masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan.

Van Gastel juga menyoroti gol kedua lawan yang dinilai lahir dari lemahnya pertahanan.

“Gol kedua, kita tidak bisa melakukan defense dengan baik. Ini adalah hasil yang harus kita dapat,” katanya.

Lebih dari Sekadar Hasil

Bagi publik Jogja, performa PSIM bukan hanya soal skor akhir, tetapi juga cerminan proses membangun tim yang kompetitif.

Ada harapan yang terus dijaga setiap pekan, terutama ketika tim mampu menunjukkan kualitas permainan seperti di babak pertama. Namun tanpa konsistensi, potensi itu belum cukup untuk mengubah hasil.

Ke depan, pembenahan di lini pertahanan dan konsentrasi permainan menjadi kunci. Terlebih kompetisi masih berjalan, dan setiap laga berikutnya akan menentukan arah perjalanan PSIM musim ini.

Penutup

Di balik hasil yang belum sesuai harapan, PSIM masih menyimpan ruang untuk bangkit. Jogja menunggu bukan hanya kemenangan, tetapi juga permainan yang utuh dari awal hingga akhir, sebuah fondasi yang akan menentukan langkah Laskar Mataram ke depan. (Oi)