Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Reva Adi Siap Buktikan Peran untuk PSIM di Lampung

×

Reva Adi Siap Buktikan Peran untuk PSIM di Lampung

Sebarkan artikel ini

Di tengah tekanan, pemain senior jaga asa Laskar Mataram

Reva Adi siap berkontribusi untuk PSIM Yogyakarta saat menghadapi Bhayangkara FC di tengah tekanan dan kondisi tim belum ideal. foto: Dok Ileague.id

Bandar Lampung, Voicejogja.com – Suasana ruang ganti PSIM Yogyakarta menjelang laga sore ini tak hanya dipenuhi strategi, tetapi juga harapan. Di tengah performa tim yang belum stabil, sosok Reva Adi Utama membawa tekad sederhana yang terasa penting bagi publik Jogja: tetap memberi arti di setiap menit yang didapat.

PSIM Yogyakarta akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26. Laga ini menjadi momen bagi Reva Adi untuk kembali menunjukkan kontribusi, saat tim membutuhkan ketenangan dan pengalaman di tengah tekanan.

Menjaga Komitmen di Tengah Persaingan

Dalam dua pekan terakhir, persiapan tim disebut berjalan baik. Reva Adi memastikan seluruh pemain memahami pentingnya laga ini, terutama untuk menjaga posisi di klasemen.

“Persiapan kami sangat baik dua pekan ini. Mempersiapkan diri untuk laga lawan Bhayangkara FC, semua sudah sangat siap dan kami siap bermain memberikan yang terbaik dan siap mencuri poin dari Lampung,” ujarnya.

Bagi PSIM, setiap pertandingan kini membawa bobot yang lebih besar. Dengan tujuh laga tersisa dan posisi di peringkat ke-9 dengan 38 poin, ruang untuk memperbaiki keadaan semakin terbatas.

Lampung yang Tak Asing, Motivasi yang Berbeda

Lampung bukan tempat baru bagi Reva Adi. Ia pernah merasakan atmosfer sepak bola di kota ini saat membela Badak Lampung FC di kasta tertinggi.

Pengalaman itu memberi kedekatan emosional tersendiri, sekaligus pemahaman tentang karakter tuan rumah dan dukungan suporternya.

Baca Juga: PSIM Waspadai Bhayangkara FC 

“Saya sempat membela tim saya di tempat ini meski beda nama tim. Masyarakat Lampung sangat ramah dan saya sangat terkesan di sini,” katanya.

Namun kali ini, ia datang dengan peran berbeda, membawa kepentingan PSIM dan harapan warga Jogja yang menunggu perubahan.

Dari Kapten ke Bangku Cadangan

Perjalanan Reva Adi musim ini tidak sepenuhnya mulus. Setelah sempat menjadi kapten sejak pekan pertama hingga pekan ke-19, ia kini lebih sering berada di bangku cadangan dalam delapan laga terakhir.

Situasi ini menjadi ujian profesionalisme sekaligus mentalitas. Bagi pemain berpengalaman, peran tak lagi soal posisi inti, tetapi kesiapan memberi dampak kapan pun dibutuhkan.

“Tiap laga adalah final. Tentu saja ada ketegangan, ada emosi. Kita tentu harus bisa lebih tenang, lebih bisa hadapi tekanan, harus lebih dewasa lagi di lapangan dan berpikir jauh apakah tindakan kita bisa mengakibatkan kerugian tim kita. Kami siap untuk hadapi tensi yang ada,” tegasnya.

Tim Belum Lengkap, Tantangan Makin Terasa

PSIM datang ke Lampung dengan kondisi yang belum ideal. Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera harus absen karena akumulasi kartu, sementara Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Anton Fase masih dalam pemulihan cedera.

Di sisi lain, hasil terakhir yang berujung kekalahan 1-2 dari PSM Makassar memperpanjang tren yang belum membaik. Dalam sepuluh laga terakhir, PSIM hanya meraih satu kemenangan, disertai lima hasil imbang dan empat kekalahan.

Situasi ini menempatkan setiap pemain, termasuk Reva Adi, pada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga stabilitas tim.

Menjaga Harapan Jogja

Bagi warga Yogyakarta, PSIM bukan sekadar tim sepak bola. Ia adalah bagian dari identitas yang tumbuh bersama kota, dengan harapan yang tak selalu diukur dari hasil akhir.

Di tengah tekanan kompetisi, komitmen pemain seperti Reva Adi menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu terlihat dari sorotan utama, tetapi dari kesiapan untuk tetap berdiri dan berkontribusi.

Musim masih menyisakan ruang. Dan bagi PSIM, setiap langkah kecil hari ini bisa menjadi penentu arah perjalanan ke depan. (Oi)

Sumber: Ileague.id