Scroll untuk baca artikel
EkonomiFavoriteWisata

PHRI Gunungkidul Perkuat Sinergi, Pariwisata Kian Tumbuh

×

PHRI Gunungkidul Perkuat Sinergi, Pariwisata Kian Tumbuh

Sebarkan artikel ini

Dari Syawalan, arah baru pariwisata Gunungkidul semakin terbuka

PHRI Gunungkidul perkuat sinergi pariwisata, dorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pembukaan peluang bagi warga. foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, Voicejogja.com – Di tengah perbukitan Patuk, suasana hangat Syawalan terasa lebih dari sekadar tradisi. Bagi pelaku usaha pariwisata Gunungkidul, pertemuan ini menjadi ruang menyatukan langkah di tengah peluang yang kian terbuka.

Saat wisata terus berkembang, kebersamaan menjadi kunci agar manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga warga yang hidup dari sektor ini.

Baca Juga: Dibalik Gereja baru di Gunungkidul, Ada Toleransi

Badan Pimpinan Cabang PHRI Gunungkidul menggelar Syawalan dan pertemuan bulanan di kawasan wisata Pictniq Land. Agenda ini menjadi ruang mempererat hubungan antara pelaku hotel dan restoran dengan pemerintah daerah.

Ketua BPC PHRI Gunungkidul, Sunyoto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tradisi, tetapi juga strategi untuk memperkuat promosi destinasi baru.

“Dalam kebersamaan ada kekuatan, dalam doa ada keberkahan. Meskipun ada kompetisi, kami harus tetap bersatu untuk membangun pariwisata di Gunungkidul,” ujarnya.

Foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Pariwisata Tumbuh, Warga Ikut Bergerak

Dampak pariwisata mulai terasa nyata. Manajemen Pictniq Land menyebut sebagian besar tenaga kerja berasal dari warga lokal, menunjukkan bahwa sektor ini membuka ruang ekonomi langsung bagi masyarakat.

Data yang disampaikan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memperlihatkan peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata.

Hingga pertengahan April, capaian pendapatan mencapai Rp18,5 miliar, meningkat dibanding periode sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal bahwa sektor wisata sedang bergerak ke arah yang lebih kuat.

“Target kami dalam tiga bulan sudah menembus lebih dari separuh target tahunan,” ungkapnya.

Menata Kawasan dan Membuka Inovasi

Selain pertumbuhan ekonomi, perhatian juga diarahkan pada kualitas kawasan wisata. Rencana aksi bersih di Pantai Krakal melibatkan ratusan perempuan sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini.

Langkah ini menjadi simbol bahwa pariwisata tidak hanya soal kunjungan, tetapi juga tanggung jawab menjaga lingkungan.

Pemerintah daerah juga mulai membuka ruang inovasi layanan, termasuk pengembangan fasilitas hiburan yang tetap berada dalam koridor aturan.

Sinergi sebagai Fondasi Keberlanjutan

Bagi Gunungkidul, tantangan ke depan bukan hanya menarik wisatawan, tetapi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Sinergi antara PHRI, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting agar sektor ini tetap inklusif dan memberi manfaat luas.

Dari pertemuan sederhana seperti Syawalan, arah besar pariwisata sedang dirancang, agar Jogja, khususnya Gunungkidul, tumbuh tanpa kehilangan harmoni yang menjadi kekuatannya. (Oi)