Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Cahya Supriadi Bersinar, PSIM Tahan Persija 1-1

×

Cahya Supriadi Bersinar, PSIM Tahan Persija 1-1

Sebarkan artikel ini

Tepisan penalti jadi penentu satu poin penting bagi Laskar Mataram

Cahya Supriadi tampil gemilang dengan tepis penalti, membawa PSIM Yogyakarta imbang 1-1 lawan Persija di BRI Super League. foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Sorotan lampu stadion di Gianyar terasa menegang saat bola penalti meluncur ke arah gawang PSIM Yogyakarta. Dalam satu momen yang menentukan, Cahya Supriadi membaca arah bola dan menepisnya, menyelamatkan harapan tim.

Hasil imbang 1-1 melawan Persija Jakarta di BRI Super League 2025/26 bukan sekadar angka, tetapi bukti ketangguhan PSIM menjaga ritme di tengah tekanan.

Momen Kunci di Bawah Mistar

Penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, tampil sebagai pembeda dalam laga pekan ke-29 tersebut.

Aksinya menepis penalti Maxwell pada menit ke-42 menjadi titik balik yang menjaga peluang PSIM tetap hidup hingga akhir pertandingan.

Tak hanya satu momen, Cahya berulang kali menggagalkan peluang berbahaya dari Persija. Ketangguhan di bawah mistar membuat lini belakang PSIM tetap berdiri di tengah gempuran.

Semangat Tim yang Terjaga

Bagi Cahya, hasil ini tak lepas dari kerja kolektif tim yang terus bertahan hingga peluit akhir.

“Tentunya saya senang dengan performa tim yang mau berjuang dari awal hingga akhir. Senang juga rasanya bisa menggagalkan satu penalti lawan,” ujarnya.

Ia mengakui pertandingan berjalan dalam tekanan, terutama setelah Persija mendapatkan dua peluang penalti. Namun momentum itu justru menjadi titik untuk menjaga semangat tim.

“Kami sempat unggul tapi setelah itu lawan mendapat dua penalti. Di momen itu saya berusaha untuk bisa menjaga semangat teman-teman dan bersyukur atas satu poin ini,” lanjutnya.

Lini Belakang yang Semakin Solid

Cahya juga menyoroti perbaikan di sektor pertahanan PSIM. Komunikasi yang lebih rapi menjadi kunci untuk menghindari kesalahan yang sebelumnya terjadi.

“Saya rasa lini pertahanan kami cukup solid karena komunikasi yang baik. Kami tahu di pertandingan sebelumnya tim kalah karena kecolongan lewat bola mati,” katanya.

Penguatan lini belakang ini menjadi sinyal penting bagi perjalanan PSIM di sisa kompetisi.

Satu Poin yang Menjaga Harapan

Hasil imbang ini menempatkan PSIM Yogyakarta di posisi 10 klasemen dengan 39 poin. Sementara Persija Jakarta tetap berada di papan atas dengan 59 poin.

Bagi Laskar Mataram, satu poin dari laga ini terasa penting, bukan hanya untuk klasemen, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan diri tim.

Penutup

Di tengah kerasnya kompetisi BRI Super League, satu penyelamatan bisa mengubah arah pertandingan.

Bagi PSIM Yogyakarta, momen itu datang dari tangan Cahya Supriadi, mengingatkan bahwa ketenangan, kerja sama, dan keyakinan masih menjadi fondasi utama perjuangan tim.

Dan bagi publik Jogja, hasil ini adalah alasan untuk tetap percaya: bahwa setiap poin diperjuangkan dengan sepenuh hati.(Oi)

sumber: Ileague.id