Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteNasionalPemerintah

Bencana Hidrometeorologi Sumatra: Korban Meninggal Capai 1.177 Jiwa, Sejumlah Daerah Masuk Transisi Darurat

×

Bencana Hidrometeorologi Sumatra: Korban Meninggal Capai 1.177 Jiwa, Sejumlah Daerah Masuk Transisi Darurat

Sebarkan artikel ini
BNPB mencatat korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra mencapai 1.177 jiwa. Sejumlah daerah mulai masuk fase transisi darurat. foto: SC YouTube BNPB

Sumatra, VoiveJogja.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra mencapai 1.177 jiwa hingga Minggu (4/1/2026).

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari menjelaskan, angka tersebut bertambah 10 jiwa dibandingkan rekapitulasi sebelumnya yang ditutup pada Sabtu sore. Tambahan korban meninggal tercatat berasal dari tiga provinsi, masing-masing Aceh Utara sebanyak tiga orang, Kabupaten Tapanuli Selatan lima orang, serta Sumatra Barat dua orang.

Selain korban meninggal, tim gabungan di lapangan juga terus melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang. Hingga saat ini, jumlah orang yang masih dalam daftar pencarian tercatat sebanyak 148 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan setelah dilakukan verifikasi ulang oleh pemerintah desa, kecamatan, dan pihak keluarga.

“Pada hari ini ada pengurangan 17 nama dari daftar orang hilang yang dikoreksi di lapangan. Sehingga, jumlah korban yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan menjadi 148 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Banda Aceh.

Dampak bencana juga memaksa ratusan ribu warga mengungsi. BNPB mencatat, total pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi terdampak kini mencapai 242.174 jiwa.

Dari sisi penanganan kebencanaan, sejumlah daerah masih memperpanjang status tanggap darurat. Di Provinsi Aceh, tercatat 10 kabupaten/kota memperpanjang masa tanggap darurat, dengan delapan di antaranya telah memasuki tahap transisi darurat.

Sementara itu, kondisi di Sumatra Utara mulai berangsur stabil. Seluruh daerah di provinsi tersebut telah keluar dari status tanggap darurat dan kini berada dalam fase transisi darurat. Dua daerah yang sebelumnya berstatus tanggap darurat tidak memperpanjang masa tersebut.

Adapun di Sumatra Barat, status tanggap darurat masih berlaku di Kabupaten Agam. Hal ini disebabkan adanya potensi longsor susulan akibat rekahan tanah yang masih terpantau di sejumlah titik. Di luar Agam, seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Barat telah memasuki masa transisi darurat.

BNPB menegaskan, pemantauan situasi dan upaya mitigasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini ditempuh untuk meminimalkan risiko bencana lanjutan, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan aman dan terukur di wilayah terdampak.

sumber: Infopublik.id