Jakarta, Voicejogja.com – Di balik meja kerja yang biasanya penuh dokumen, ribuan aparatur sipil negara kini ditempa dalam disiplin militer. Latihan Dasar Militer Komcad 2026 menjadi ruang baru bagi ASN untuk membangun ketahanan diri sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bangsa.
Langkah ini terasa relevan ketika tantangan global semakin kompleks, menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga tangguh secara mental.
Menguatkan Sistem Pertahanan Semesta
Sebanyak 1.773 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan gelombang pertama tahun anggaran 2026. Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pertahanan dan dibuka di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Program ini menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan semesta, di mana unsur sipil turut berperan sebagai kekuatan cadangan dalam menjaga stabilitas nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa komponen cadangan dari kalangan ASN memiliki peran strategis di tengah ancaman yang semakin beragam.
“Komponen cadangan berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama, sekaligus meningkatkan ketahanan nasional,” ujarnya dalam amanat yang dibacakan.
Disiplin, Sukarela, dan Berkarakter
Pelatihan ini tidak dimaksudkan sebagai wajib militer, melainkan berbasis sukarela. Peserta diajak membangun karakter, disiplin, dan etos kerja yang lebih kuat sebagai abdi negara.
Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen TNI Gabriel Lema, menyebut program ini sebagai modal awal untuk membentuk mental dan sikap ASN yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan.
“Ini bukan wajib militer, melainkan tumbuh secara sukarela. Harapannya, pengalaman ini membentuk karakter dan meningkatkan etos kerja saat kembali ke instansi masing-masing,” ungkapnya.
Pelatihan akan berlangsung hingga awal Juni 2026, melibatkan ASN dari puluhan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Relevansi bagi Jogja dan Masa Depan ASN
Bagi Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pusat lahirnya banyak aparatur negara, program ini memiliki makna lebih luas. Penguatan karakter ASN menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik di masa depan.
Ketahanan tidak hanya dibangun di medan fisik, tetapi juga dalam cara berpikir, bekerja, dan melayani masyarakat. Nilai disiplin dan kebersamaan yang ditanamkan dalam pelatihan ini diharapkan ikut terbawa dalam keseharian birokrasi.
Menjaga Arah Menuju Indonesia Emas
Kementerian Pertahanan menargetkan ribuan ASN tergabung dalam Komponen Cadangan sepanjang tahun ini. Upaya ini diarahkan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.
Di tengah perubahan zaman, langkah ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada teknologi atau kebijakan, tetapi juga pada karakter manusianya.
Bagi Jogja, semangat ini sejalan dengan nilai-nilai yang telah lama hidup: mengabdi dengan hati, bekerja dengan tanggung jawab, dan menjaga kepentingan bersama. (Oi)
Sumber: Setneg













