Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanOlahraga

PSIM Waspadai Bhayangkara FC di Tengah Krisis Pemain

×

PSIM Waspadai Bhayangkara FC di Tengah Krisis Pemain

Sebarkan artikel ini

Laskar Mataram diuji konsistensi di tengah tren belum stabil

PSIM Yogyakarta waspadai Bhayangkara FC di pekan ke-28 BRI Super League saat kondisi tim belum ideal. foto: Dok Ileague.id

BRI Super League, Voicejogja.com – Langit Bandar Lampung menjadi saksi ujian penting bagi PSIM Yogyakarta sore ini. Di tengah kondisi tim yang belum sepenuhnya utuh, harapan publik Jogja tetap menyala, menanti kebangkitan yang tak kunjung datang dalam beberapa laga terakhir.

PSIM Yogyakarta akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/26 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (17/4) pukul 15.30 WIB. Laga ini bukan sekadar pertandingan, tetapi momentum bagi Laskar Mataram untuk menjaga asa di papan tengah klasemen.

Baca Juga: PSIM Pincang Jelang Lawan Bhayangkara FC

Lini Belakang Terkikis, Tantangan Kian Nyata

Kondisi tim belum ideal. Dua pilar di lini belakang, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, harus absen akibat akumulasi kartu. Sementara Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Anton Fase masih menjalani pemulihan cedera.

Situasi ini membuat komposisi pertahanan PSIM harus beradaptasi cepat. Dalam kompetisi yang semakin ketat, kehilangan pemain kunci bukan sekadar soal teknis, tetapi juga menyentuh stabilitas permainan tim secara keseluruhan.

Saat ini, PSIM berada di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan 38 poin. Hasil terakhir di kandang yang berujung kekalahan 1-2 dari PSM Makassar menambah catatan yang belum menggembirakan.

Tren Belum Stabil, Harapan Tetap Dijaga

Sepuluh laga terakhir menjadi cermin perjalanan PSIM yang belum konsisten. Hanya satu kemenangan diraih, disertai lima hasil imbang dan empat kekalahan.

Namun di balik angka tersebut, ada proses yang terus dijaga. Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa kesiapan pemain menjadi kunci di tengah kondisi tim yang tidak lengkap.

“Persiapan sama seperti biasa. Namun kita kehilangan dua pemain karena akumulasi. Tapi anak-anak sudah tahu cara main kita dan itu yang kita minta sejak awal kompetisi. Pemain harus siap saat dibutuhkan tim,” ujarnya dalam sesi pre match.

Bagi warga Jogja, situasi ini bukan hal baru. Dukungan terhadap PSIM sering kali justru menguat saat tim berada dalam tekanan.

Ancaman Nyata dari Bhayangkara FC

Di sisi lain, Bhayangkara FC datang dengan performa yang lebih menjanjikan. Tim tuan rumah kini berada di peringkat ke-5 dengan 44 poin dan menunjukkan peningkatan signifikan di putaran kedua.

Perubahan komposisi pemain menjadi salah satu faktor. Enam pemain baru yang didatangkan memberi warna berbeda, menjadikan Bhayangkara FC lebih solid dibanding pertemuan pertama di Yogyakarta.

Baca Juga: PSIM Perluas Bisnis ke YIA

Van Gastel secara khusus menyoroti lini depan lawan yang dinilai berbahaya, terutama dalam situasi transisi.

“Kita waspadai tiga pemain depan yang punya postur dan kecepatan yang berbahaya. Terutama saat kita melakukan penguasaan bola, jangan sampai lakukan kesalahan dan jadi momen transisi terjadi pada Bhayangkara FC. Kita harus hati-hati,” tegasnya.

Menjaga Identitas, Menatap Ke Depan

Bagi PSIM, pertandingan ini bukan sekadar mengejar poin. Ini tentang menjaga identitas permainan dan kepercayaan diri tim di tengah kompetisi yang terus berjalan.

Di balik tekanan klasemen dan absennya pemain, ada harapan yang tetap dijaga, bahwa setiap laga adalah kesempatan untuk kembali menemukan ritme.

Jogja tidak hanya menunggu kemenangan, tetapi juga proses yang jujur dan perjuangan yang terasa dekat dengan warganya. (Oi)

Sumber: Ileague.id