Bantul, Voicejogja.com – Aliran Sungai Bedog kembali menyimpan harapan baru ketika ribuan benih ikan dilepas perlahan ke dalamnya. Bagi para pelajar yang terlibat, ini bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi pengalaman langsung merawat lingkungan yang akan mereka warisi.
Di tengah tekanan terhadap kualitas air dan perubahan lingkungan, upaya sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa masa depan sungai juga bergantung pada kesadaran hari ini.
Sebanyak 1.773 benih ikan lokal jenis nilem dan tawes ditebar di Suaka Perikanan Sungai Bedog, Pendowoharjo, Sewon. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul bersama siswa Madrasah Tsanawiyah Al Hadi II.
Baca Juga: Tembang Syawalan Bantul Simpan Makna Mendalam
Aksi ini menjadi bagian dari edukasi pelestarian keanekaragaman ikan lokal sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan di wilayah Bantul.
Menjaga Ikan Lokal, Menjaga Ekosistem
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Istriyani, menegaskan bahwa ikan lokal memiliki peran penting dalam ekosistem.
“Sumber daya perikanan, khususnya ikan lokal, merupakan bagian penting dari kekayaan hayati yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial budaya,” ujarnya.
Keberadaan ikan seperti nilem dan tawes kini menghadapi tekanan, mulai dari pencemaran hingga perubahan tata guna lahan yang berdampak pada habitat alami mereka.
Edukasi yang Menyentuh Generasi Muda
Melibatkan pelajar dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Ada harapan agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan.
Menurut Istriyani, edukasi seperti ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap ekosistem perairan.
“Kami berharap para peserta memahami peran penting sungai sebagai habitat alami serta pentingnya menjaga kualitas lingkungan perairan,” katanya.
Sungai dan Masa Depan Bantul
Bagi Bantul dan kawasan Yogyakarta secara lebih luas, sungai bukan sekadar aliran air. Ia adalah sumber kehidupan, ruang ekologis, sekaligus penopang keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, muncul harapan akan komitmen bersama, terutama dari generasi muda, untuk menjaga sumber daya perikanan dan kualitas perairan secara berkelanjutan.
Langkah sederhana di Sungai Bedog ini menjadi bagian dari upaya panjang menjaga keseimbangan alam—sebuah kerja sunyi yang dampaknya akan dirasakan jauh ke depan. (Oi)













