Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

PSIM Kejar Poin Aman, Laga di Serang Jadi Penentu

×

PSIM Kejar Poin Aman, Laga di Serang Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini

Laskar Mataram jaga jarak dari zona degradasi

PSIM Yogyakarta berburu poin krusial lawan Dewa United demi menjauh dari degradasi di sisa kompetisi BRI Super League. foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah harapan suporter yang tak pernah surut, setiap laga kini terasa lebih menentukan bagi PSIM Yogyakarta. Sembilan pertandingan tersisa bukan sekadar angka, melainkan penentu apakah Laskar Mataram tetap bertahan di kasta tertinggi.

Perjalanan menuju aman dari degradasi belum sepenuhnya tuntas. PSIM masih membutuhkan poin-poin penting untuk memastikan posisi mereka tetap kokoh di kompetisi.

Posisi Belum Sepenuhnya Aman

PSIM saat ini berada di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Posisi tersebut memang menjauh dari zona merah, namun belum cukup memberi rasa aman.

Pelatih Jean Paul Van Gastel menegaskan bahwa timnya masih harus bekerja keras hingga akhir musim.

“Dari awal musim target kita adalah tidak terdegradasi. Sampai saat ini, posisi PSIM masih belum aman benar dan masih membutuhkan beberapa kemenangan lagi. Kita akan berjuang di sembilan laga terakhir ini,” ujarnya.

Strategi: Jika Tak Menang, Jangan Kalah

Menghadapi Dewa United FC di Banten International Stadium, PSIM datang dengan pendekatan realistis. Bermain di kandang lawan, menjaga poin menjadi prioritas.

“Prinsip kita apabila kita tidak menang, maka akan berusaha untuk tidak kalah,” kata Van Gastel.

Catatan musim ini menunjukkan konsistensi tersebut. Dari 25 pertandingan, PSIM meraih sembilan kemenangan, 11 hasil imbang, dan lima kekalahan, menjadikannya tim dengan hasil imbang terbanyak sejauh ini.

Ujian Setelah Jeda Kompetisi

Laga ini juga menjadi ujian ritme tim setelah jeda libur Lebaran. Persiapan selama dua pekan diharapkan mampu mengembalikan fokus dan kebugaran pemain.

“Setelah libur enam hari, kita sudah menjalani persiapan sekitar dua pekan. Yang pasti ini akan jadi kerja yang sangat keras,” ungkapnya.

Dewa United bukan lawan yang mudah. Selain ditangani pelatih berpengalaman Jan Olde Riekerink, tim ini juga memiliki rekam jejak sebagai wakil Indonesia di AFC Challenge League.

Harapan Suporter dan Masa Depan PSIM

Bagi warga Jogja, PSIM bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah bagian dari identitas dan kebanggaan kota yang tumbuh bersama sejarah panjangnya.

Setiap poin yang diraih bukan hanya soal klasemen, tetapi juga menjaga harapan agar PSIM tetap berada di panggung tertinggi sepak bola nasional.

Di sisa musim ini, perjuangan Laskar Mataram menjadi cermin ketahanan, tentang bagaimana sebuah tim bertahan, beradaptasi, dan terus melangkah di tengah tekanan. (Oi)

sumber: Ileague.id