Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

PSIM Menambal Lini Belakang, Jop Van Der Avert Datang untuk Menjaga Asa Laskar Mataram

×

PSIM Menambal Lini Belakang, Jop Van Der Avert Datang untuk Menjaga Asa Laskar Mataram

Sebarkan artikel ini
PSIM Yogyakarta resmi memperkenalkan Jop Van Der Avert, bek asal Belanda, untuk memperkuat lini belakang di paruh musim BRI Super League 2025/26. foto: Dok Ileague.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Paruh musim menjadi ruang refleksi bagi PSIM Yogyakarta untuk menata ulang kekuatan. Dari evaluasi itulah, satu nama diperkenalkan (Jop Van Der Avert) bek asal Belanda yang diharapkan memberi ketenangan baru di jantung pertahanan Laskar Mataram.

PSIM Yogyakarta resmi menambah amunisi di sektor belakang dengan memperkenalkan Jop Van Der Avert sebagai penggawa anyar. Pemain berusia 25 tahun itu didatangkan pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/26, sebagai bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad yang dinilai masih rapuh di sejumlah laga sebelumnya.

Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa kebutuhan akan tambahan tenaga di lini pertahanan muncul dari hasil evaluasi tim pelatih. Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan keterbatasan opsi pemain belakang, situasi yang menjadi catatan serius dalam perjalanan tim musim ini.

Kehadiran Jop diharapkan memberi fleksibilitas tambahan. Bek berkaki kidal tersebut dikenal sebagai pemain serba bisa, mampu bermain di posisi bek tengah maupun fullback kiri. Rekam jejaknya mencakup pengalaman di Liga Belanda bersama FC Dordrecht hingga kompetisi Asia, termasuk Liga 2 Korea, yang dinilai menjadi modal penting untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di Indonesia.

Razzi menilai kualitas Jop cukup menjanjikan, terlebih pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, tidak sepenuhnya asing dengan karakter permainannya. Saat masih aktif melatih di Liga 2 Belanda, Van Gastel pernah berhadapan langsung dengan Jop di lapangan. Kedekatan konteks ini dianggap memudahkan proses penilaian, meski detail teknis tetap menjadi ranah tim pelatih.

Peluang debut pun terbuka. Jop berpotensi tampil pada laga terdekat menghadapi Persis Solo. Namun, keputusan akhir tetap mempertimbangkan kesiapan fisik sang pemain, meski secara administrasi tidak ditemukan kendala berarti.

Bagi Jop sendiri, bergabung dengan PSIM menjadi babak baru yang ia sambut dengan antusias. Ia melihat Laskar Mataram sebagai klub besar dengan dukungan suporter yang kuat, serta tim dan pelatih yang solid. Target pribadinya sederhana namun bermakna: membantu tim meraih poin sebanyak mungkin.

Kehadiran pemain asing di tubuh PSIM bukan semata soal menambah nama di daftar skuad. Bagi publik sepak bola Jogja, ini adalah bagian dari ikhtiar menjaga daya saing klub kebanggaan kota, agar tetap bertarung dengan karakter, disiplin, dan semangat kolektif yang menjadi ciri Laskar Mataram.

sumber: Ileague.id