Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanOlahraga

PSIM Tahan Persija, Satu Poin Jaga Asa Laskar Mataram

×

PSIM Tahan Persija, Satu Poin Jaga Asa Laskar Mataram

Sebarkan artikel ini

Hasil imbang jadi napas baru di tengah tren sulit

PSIM Yogyakarta tahan Persija 1-1, satu poin penting hentikan tren negatif dan jaga posisi di klasemen BRI Super League. foto: Dok ileague.id

Bali, Voicejogja.com – Sorak yang tak terlalu riuh, tapi cukup untuk menjaga harapan. PSIM Yogyakarta berhasil menahan Persija Jakarta dengan skor imbang, sebuah hasil yang terasa penting di tengah perjalanan yang belum sepenuhnya stabil.

Satu poin ini bukan sekadar angka di klasemen, melainkan sinyal bahwa Laskar Mataram masih punya daya juang untuk bangkit di sisa kompetisi.

Gol Cepat, Tekanan Balik

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, PSIM langsung memberi kejutan sejak awal laga. Gol cepat Ezequiel Vidal di menit keempat membawa tim unggul lebih dulu dan sempat memberi kendali permainan.

Namun tekanan dari Persija tak membutuhkan waktu lama untuk berbuah hasil. Penalti yang dieksekusi Allano Souza Lima di menit ke-20 membuat kedudukan kembali seimbang.

Setelah itu, pertandingan berjalan lebih ketat dengan peluang yang tidak terlalu banyak tercipta, terutama di babak kedua.

Menghentikan Tren Negatif

Hasil imbang ini menjadi titik penting bagi PSIM setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun. Meski belum menghadirkan kemenangan, setidaknya laju negatif berhasil dihentikan.

Dalam catatan pertandingan terakhir, performa PSIM masih belum konsisten. Dari 12 laga terakhir, tim baru meraih satu kemenangan, dengan enam hasil imbang dan lima kekalahan.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, melihat hasil ini sebagai momentum awal untuk kembali mengumpulkan poin.

“Senang bisa dapat satu poin dari Persija, tim besar yang sedang berburu gelar juara. Kita senang juga bisa menghentikan tren negatif dan ada momentum untuk bisa dapat poin lagi,” ujarnya.

Evaluasi dan Harapan

Van Gastel mengakui timnya mencoba tampil lebih agresif di babak kedua, meski peluang yang tercipta masih terbatas. Ia menilai hasil ini sebagai capaian maksimal dalam menghadapi tim sekelas Persija.

“Jika menghadapi tim seperti Persija dengan hasil ini, adalah hasil maksimal. Kita harus bertahan lebih baik lagi setelah babak pertama bisa menguasai pertandingan,” katanya.

Tambahan satu poin membuat PSIM tetap berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan 39 poin. Namun posisi ini belum sepenuhnya aman karena persaingan di papan tengah masih sangat ketat.

Jogja, Sepak Bola, dan Ketahanan Mental

Bagi warga Yogyakarta, PSIM bukan sekadar klub, tetapi bagian dari identitas kota. Setiap hasil pertandingan selalu membawa emosi kolektif, dari harapan hingga kegelisahan.

Hasil imbang ini mungkin belum memuaskan sepenuhnya, tetapi cukup untuk menjaga optimisme. Di tengah musim yang menantang, ketahanan mental dan konsistensi menjadi kunci untuk menjaga asa tetap hidup.(Oi)

Sumber: Ileague